Sabtu, 11 November 2017

Relawan Jokowi Fans Club Turut Meramaikan Pernikahan Bobby Nasution-Kahiyang Ayu

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Relawan Jokowi Fans Club Turut Meramaikan Pernikahan Bobby Nasution-Kahiyang Ayu

Sebagaimana telah diketahui bersama, pada tanggal 08 November 2017 pasangan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu (putri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)) melangsungkan pernikahan di Solo. Pernikahan tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk relawan Jokowi Fans Club yang merupakan salah satu dari sekitar 4 ribu relawan yang menghadiri acara pernikahan akbar tersebut

Dilansir dari Indonesia Satu, relawan Jokowi Fans Club yang diketuai oleh Cepu Supriyanto tersebut berada di kota Solo dari tanggal 06 November 2017 hingga 08 November 2017

Kehadiran relawan Jokowi Fans Club tersebut, selain untuk meramaikan pernikahan pasangan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu, juga dalam rangka wisata ke Kraton Surakarta dan Pasar Klewer, lalu dilanjutkan dengan wisata kuliner dan berbelanja di Yogyakarta

Di kota Yogyakarta, relawan Jokowi Fans Club juga melakukan wisata dengan mengunjungi Kraton Yogyakarta, Candi Prambanan dan juga Malioboro, sebelum akhirnya mereka pulang kembali ke Jakarta untuk kembali beraktifitas


Relawan Jokowi Fans Club Turut Meramaikan Pernikahan Bobby Nasution-Kahiyang Ayu
Sumber: https://oneindonesiasatu.com


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Petisi Tak Kunjung Ditandatangani, Kelompok Ini Bakal Unjuk Rasa Dalam Waktu Dekat

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai

Sebagaimana telah diketahui bersama, pada tanggal 23 Oktober 2017 ada aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta yang dilakukan oleh sekelompok warga yang menamakan dirinya Komunitas Anak Bangsa, dimana dalam aksi unjuk rasa tersebut Komunitas Anak Bangsa membuat sebuah petisi, terkait ucapan "pribumi" yang diucapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pidato perdana beliau pada tanggal 16 Oktober 2017


Petisi Tak Kunjung Ditandatangani, Kelompok Ini Bakal Unjuk Rasa Dalam Waktu Dekat
Sumber: https://news.detik.com


Petisi tersebut berisi lima butir yang harus dilaksanakan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yaitu:

1) Mengecam pidato Anda sebagai Gubernur pada tanggal 16 Oktober 2017, tentang "kebangkitan pribumi"
2) Menuntut klarifikasi Anda sebagai Gubernur tentang arti dan pemahaman "pribumi"
3) Menuntut Gubernur DKI Jakarta, untuk minta maaf kepada masyarakat luas
4) Tidak mengulangi cara-cara yang bersifat dan terlihat memprovokasi masyarakat luas
5) Bersedia menandatangani petisi yang kami buat

Petisi Tak Kunjung Ditandatangani, Kelompok Ini Bakal Unjuk Rasa Dalam Waktu Dekat
Sumber: https://oneindonesisatu.com



Meski demikian, saat itu petisi telah disampaikan, namun belum ditandatangani, karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang tidak berada di Balai Kota DKI Jakarta dan karena hingga saat berita ini dirilis, petisi tersebut tak kunjung ditandatangani, Komunitas Anak Bangsa memutuskan untuk kembali mengadakan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta pada hari Senin tanggal 13 November 2017

Dilansir dari Indonesia Satu, salah seorang sumber terpercaya (yang tidak mau disebutkan namanya) terkait aksi unjuk rasa tersebut, mengungkapkan kepada Founder Indonesia Satu dan IDNEWS via WhatsApp bahwa aksi unjuk rasa tersebut rencananya akan dihadiri oleh 500 orang dalam rangka mendesak agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menandatangani petisi yang dibuat oleh Komunitas Anak Bangsa dalam aksi unjuk rasa pada tanggal 23 Oktober 2017 Balai Kota DKI Jakarta dan sekaligus meminta pertanggungjawaban Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, terkait ucapan "pribumi" yang diucapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pidato perdana beliau pada tanggal 16 Oktober 2017

Sebagai info tambahan, pada hari Kamis tanggal 09 November 2017 beredar pesan dalam salah satu grup WhatsApp bahwa Komunitas Anak Bangsa akan kembali mengadakan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta pada hari Senin tanggal 13 November 2017 untuk menuntut pertanggungjawaban terkait ucapan "pribumi" yang diucapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pidato perdana beliau pada tanggal 16 Oktober 2017 tersebut dan juga mendesak agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan juga agar beliau meminta maaf kepada seluruh warga DKI Jakarta

Apakah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersedia menandatangani petisi tersebut dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat DKI Jakarta, sesuai tuntutan yang diajukan Komunitas Anak Bangsa ??? Yuk kita sama-sama menunggu kelanjutannya pada tanggal 13 November 2017


Petisi Tak Kunjung Ditandatangani, Kelompok Ini Bakal Unjuk Rasa Dalam Waktu Dekat
Sumber: https://oneindonesiasatu.com

By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Rabu, 08 November 2017

Teknologi Ini Akan Gantikan Teknologi E-KTP

3 komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info terkatual mengenai Teknologi Ini Akan Gantikan Teknologi E-KTP

Sebagaimana telah diketahui bersama, saat ini teknologi e-KTP alias KTP elektronik akan mempermudah banyak hal mengenai kependudukan, namun dalam pelaksanaannya di Indonesia, proyek e-KTP ternyata menebar bau busuk korupsi. Yang lebih mengejutkan lagi ialah Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi H Mohamad Nasir mengungkapkan bahwa teknologi teknologi e-KTP alias KTP elektronik akan ketinggalan zaman dan digantikan oleh teknologi microchip yang dapat merekam data kependudukan selama satu tahun, bahkan juga dapat merekam riwayat kesehatan selama setahun

"KTP elektronik yang lagi ramai, nantinya akan ditinggalkan. Ditinggalkan karena ada inovasi baru dengan ada penemuan mikrochip sangat kecil yang ditanam dalam pembuluh darah," ungkap H Mohamad Nasir saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah, Jember, Jawa Timur, sebagaimana dilansir dpp.pkb.or.id (08/11/2017)


Teknologi Ini Akan Gantikan Teknologi E-KTP
Sumber: http://www.dpp.pkb.or.id

H Mohamad Nasir menegaskan bahwa penemuan teknologi mikrochip merupakan sebuah inovasi dari hasil riset yang menjadi tantangan bagi para mahasiswa dan dosen. Lebih lanjut, H Mohamad Nasir mengharapkan riset para mahasiswa, dosen dan para peneliti harus menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat terkini

"Kalau riset itu baik maka akan menghasilkan inovasi. Riset kalau hasilnya hanya publikasi maka hanya penuhi perpustakaan saja. Itu tidak cukup. Riset peneliti baik dosen, mahasiswa, harus menuju inovasi," lanjut H Mohamad Nasir seraya meminta para mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan penelitian yang dapat mendukung daya saing nasional dan perekonomian Indonesia, sebagaimana dilansir CNN Student (28/09/2017)

Menurut H Mohamad Nasir, tekanan darah, fungsi ginjal dan data-data kesehatan seorang warga juga akan diketahui dengan teknologi mikrochip yang ada dalam pembuluh darah dan bila Kalau data dimasukkan ke dalam mikrochip dalam jumlah besar, aktifitas masyarakat di mana saja, termasuk di luar negeri, dapat diketahui

"Ini teknologi yang tidak bisa dikibuli. Tugas kantor juga gak bisa dimanipulasi karena terekam semua," jelas H Mohamad Nasir, sebagaimana dilansir ANTARA News (28/09/2017)


Teknologi Ini Akan Gantikan Teknologi E-KTP
Sumber: https://www.upstation.id

By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Sabtu, 04 November 2017

Ini Alasan Utama PSI Dukung Nurdin Abdullah dalam Pilkada Sulsel

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Ini Alasan Utama PSI Dukung Nurdin Abdullah dalam Pilkada Sulsel

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara resmi mendeklarasikan dukungan kepada Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah dalam Pilkada Sulawesi Selatan. Dalam acara Solidarity Lecture bertajuk "Kekuasaan untuk Rakyat" yang diadakan di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) , Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengungkapkan bahwa Nurdin Abdullah merupakan sosok yang mempunyai kapasitas sebagai gubernur

"Cerdas, jujur, berani, serta konsisten. Itu empat kriteria yang kami lihat tercermin dalam diri Bro Nurdin Abdullah. Ini sejalan dengan misi perjuangan PSI untuk melawan korupsi dan intoleransi di Indonesia," ungkap Grace Natalie, sebagaimana dilansir detikNews (03/11/2017)

Lebih lanjut, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai bahwa Nurdin Abdullah telah memberikan kontribusi positif saat menjabat Bupati Bantaeng selama dua periode, mulai dari membersihkan korupsi, mereformasi birokrasi, memberikan pelayanan kesehatan gratis, mendorong pertumbuhan ekonomi, menekan angka kematian ibu melahirkan di daerahnya dan berbagai pembaruan lainnya

"Sehingga berhasil mentransformasi Kabupaten Bantaeng di Sulsel, menjadi kawasan yang sejahtera dan modern," lanjut Grace Natalie, sebagaimana dilansir Kantor Berita Pemilu (03/11/2017)

Dalam acara tersebut, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga menyerahkan simbol Sulapa Eppa’e (simbol pemaknaan tertinggi terhadap bagaimana kekuasaan dijalankan) sebagai bentuk amanah dan dukungan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kepada Nurdin Abdullah . Di bawah simbol berbentuk persegiempat tersebut terdapat tulisan berbahasa bugis "Macca na malempu, Warani na magetteng"

"Sulapa Eppa'e ini dalam maknanya, inspirasi ini kami ambil setelah berkomunikasi dengan struktur kami di Sulsel dan juga masukan dari beberapa tokoh dan budayawan Sulsel. Cerdas dan jujur, berani serta konsisten. Itu empat kriteria yang kami lihat tercermin dalam diri Bro Nurdin Abdullah. Ini sejalan dengan misi perjuangan PSI untuk melawan korupsi dan intoleransi di Indonesia," jelas Grace Natalie, sebagaimana dilansir Fajar Online (03/11/2017) Dukungan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kepada Bupati Bantaeng tersebut bukan hanya didasarkan atas figur, namun juga berdasarkan nilai-nilai yang diusung oleh calon tersebut dan juga hasil komunikasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan struktur partai di level kabupaten dan provinsi serta dengan beberapa tokoh budayawan di Sulawesi Selatan

"Kami memang partai baru, kami tidak punya banyak kekuatan finansial. Namun kami punya anak muda dengan segudang energi, kreativitas, dan modal solidaritas untuk mendukung Nurdin Abdullah," tegas Grace Natalie, sebagaimana dilansir Tempo (03/11/2017)

Sebagai info tambahan, Nurdin Abdullah berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman dalam Pilkada Sulawesi Selatan dan didukung oleh PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Ini merupakan kali kedua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara resmi melibatkan diri dalam pilkada, setelah sebelumnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan dukungan kepada Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Total jumlah kursi dalam koalisi besar tersebut mencapai 31 kursi dari persyaratan KPU minimal (sebanyak 11 kursi) dengan rincian: Partai Gerindra sebanyak 11 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak 9 kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebanyak 6 kursi dan PDI Perjuangan sebanyak 5 kursi, sebagaimana dilansir Republika (03/11/2017)


Ini Alasan Utama PSI Dukung Nurdin Abdullah dalam Pilkada Sulsel
Sumber: https://pilkada.tempo.co

By: Rudy Haryanto
Continue Reading...