Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Oktober 2017

MENIKAH vs MENCINTAI

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai MENIKAH vs MENCINTAI

"Menikah itu nasib, mencintai itu takdir
Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa.
" - Sujiwo Tejo


MENIKAH vs MENCINTAI
Sumber: https://twitter.com/sudjiwotedjo_



Salah satu ungkapan yang ditulis Sujiwo Tejo tersebut di atas berbicara mengenai menikah dan mencintai, dimana beliau menyatakan bahwa menikah itu nasib dan mencintai itu takdir

Saya secara pribadi sangat-sangat dan sangat setuju dengan pernyataan beliau tersebut, terutama bila kita mengetahui cerita mengenai Siti Nurbaya yang dijodohkan dengan seorang pria yang jauh lebih tua dari Siti Nurbaya

Apa hubungannya ungkapan Sujiwo Tejo di atas dengan Siti Nurbaya ? Sebelum melangkah lebih lanjut, mari kita sama-sama membahas dua kata yang disebutkan dalam ungkapan Sujiwo Tejo di atas, yaitu nasib dan takdir. Apa bedanya nasib dan takdir ? Jawaban sederhananya ialah nasib dapat diubah, sedangkan takdir tidak dapat diubah

Ada satu ungkapan yang menyatakan bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib satu kaum yang tidak mau mengubah nasibnya sendiri, atau dengan kata lain, kita dapat berikhtiar untuk mengubah nasib kita sendiri dengan melakukan apa yang menjadi bagian kita dan selebihnya menjadi bagian Tuhan untuk melakukannya

Sementara itu, contoh paling sederhana untuk menggambarkan takdir ialah matahari terbit di sebelah timur dan terbenam di sebelah barat. Sampai kapanpun, bahkan sekalipun Linkin Park membuat album religi, matahari akan terbit di sebelah timur dan akan terbenam di sebelah barat

Kembali ke hubungan antara ungkapan Sujiwo Tejo dengan Siti Nurbaya, Sujiwo Tejo menjelaskan bahwa kita bisa berencana untuk menikah dengan siapapun, bahkan melalui perjodohan yang dilakukan orangtua kita, namun kita tidak dapat merencanakan untuk mencintai siapa yang kelak akan kita cintai

Jangan salah paham !!! Saya tidak mengatakan bahwa perjodohan itu salah, karena, setahu saya, ada sejumlah pasangan yang menikah karena dijodohkan dan rumahtangganya tetap harmonis hingga saat ini. Yang ingin saya tekankan di sini ialah bahwa tidak selamanya menikah karena dijodohkan tersebut akan menghasilkan rumah tangga yang bertahan lama hingga maut memisahkan kita dan pasangan kita, bahkan tidak sedikit rumah tangga dari pasangan yang menikah karena perjodohan yang hancur berantakan, seperti yang terjadi dalam cerita Siti Nurbaya, dimana rumah tangga Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih (pria yang dijodohkan karena hutang orang tua dari Siti Nurbaya) hancur berantakan, karena dalam hati Siti Nurbaya hanya ada Syamsul Bahri (satu-satunya pria yang dicintai Siti Nurbaya hingga akhir hayatnya)


MENIKAH vs MENCINTAI
Sumber: http://goresanhati-ku.blogspot.co.id

Sementara itu, perkara mencintai siapa yang kelak akan kita cintai tersebut merupakan salah satu misteri ilahi (selain kelahiran, hidup dan kematian), dimana kita tidak tahu kapan kita akan jatuh cinta (dalam arti yang sebenarnya) dan dengan siapa kita akan jatuh cinta. Dalam hal ini saya akan memberikan contoh sederhana yang terjadi dengan bapak kost di tempat saya nge kost saat ini

Bapak kost saya yang awalnya sama-sama bekerja di tempat kerja yang sama dan juga resign dari tempat kerja pada hari yang sama (hanya beda setengah jam) saat ini menikah dengan seseorang yang dari awalnya udah menjadi pacarnya, tapi sempat putus dan akhirnya bertemu lagi, lalu kembali pacaran dan memutuskan untuk menikah pada tanggal 05 Mei 2017 lalu. Saat putus (sebelum akhirnya kembali pacaran), sang wanita sempat pacaran beberapa lama dengan pria lain, namun akhirnya putus dan tak lama kemudian sang wanita tersebut kembali bertemu dengan bapak kost saya

Apa yang telah saya contohkan di atas merupakan salah satu bukti nyata bahwa sesungguhnya hal mencintai merupakan sebuah takdir, dimana kita tidak pernah tahu kapan kita jatuh cinta dan dengan siapa kita akan jatuh cinta

Ingatlah bahwa menikah itu nasib, karena kita bisa berencana untuk menikah dengan siapapun, termasuk lewat perjodohan, namun mencintai itu takdir, karena kita tidak akan pernah tahu kapan kita jatuh cinta dan dengan siapa kita akan jatuh cinta

Bagaimana pendapat kalian semua mengenai hal menikah dan mencintai yang diungkapkan Sujiwo Tejo tersebut di atas ? Silahkan kemukakan pendapat kalian semua dalam kolom komentar di bawah ini


MENIKAH vs MENCINTAI
Sumber: https://twitter.com/sudjiwotedjo

By: Lay Cao Lay
Continue Reading...

Sabtu, 23 September 2017

Ini Alasan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia ini Sebut Politisi Profesi Paling Mulia

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Ini Alasan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia ini Sebut Politisi Profesi Paling Mulia

Sebagian besar di antara kita masih menganggap bahwa politik itu kotor, jahat, kejam dan politisi merupakan salah satu profesi yang paling tidak disukai dan dalam artikel ini saya akan berusaha meluruskan persepsi salah mengenai politik dan profesi politisi itu sendiri, agar kita semua semakin mengerti esensi dasar dari politik dan profesi politisi

Dalam salah satu video yang diunggah ke YouTube Channel Parta Solidaritas Indonesia, Sis Tsamara Amany (salah seorang Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI)) mengungkapkan alasan mengapa dirinya memutuskan untuk terjun ke dalam dunia politik

Dalam video tersebut penulis buku "Curhat Perempuan" tersebut mengungkapkan bahwa bagaimana beliau dapat berkontribusi lebih bagi negara ini kalau dirinya tidak masuk ke dalam dunia politik dan tidak masuk ke dalam lembaga-lembaga pengambil keputusan yang dapat memberikan akses untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

"Gimana saya bisa berkontribusi lebih bagi negara ini kalau saya gak masuk ke politik, kalau saya gak masuk ke satu lembaga-lembaga pengambil keputusan yang jelas-jelas bisa memberikan akses kepada saya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ?" ungkap Co-founder Gerakan Perempuan Politik tersebut

Lebih lanjut, salah seorang mahasiswi Universitas Paramadina tersebut menjelaskan bahwa dirinya memutuskan untuk terjun ke dalam dunia politik saat beliau magang di Balai Kota selama empat bulan. Awalnya beliau yang pernah menjadi salah seorang saksi di Mahkamah Konsitusi (MK) tersebut sangat apatis terhadap politik, bahkan salah seorang hakim Mahkamah Konstitusi (MK) sampai kesal dan berkata, "Apa sih persepsi kamu tentang partai politik ? Kayaknya jelek banget tuh partai politik di mata kamu. Partai politik itu kotor, Ahok itu harus maju calon independen dan lain sebagainya."

Saat itu wanita yang bercita-cita ingin menjadi Gubernur DKI Jakarta tersebut apatis terhadap dunia politik, karena banyak kader partai politik yang ditangkap gara-gara kasus korupsi dan juga banyak partai politik yang tidak memiliki sikap yang jelas mengenai toleransi. Meski demikian, rasa apatis Tsamara Amany tersebut hilang saat beliau magang selama empat bulan di Balai Kota dan berhasil menyederhanakan proses perizinan DKI Jakarta, sehingga peringkat perizinan DKI Jakarta di Bank Dunia (World Bank) naik 16 peringkat, sehingga beliau sadar bahwa tidak ada satu jabatan pun di negara ini yang jelas-jelas dapat berkontribusi dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, selain politik

"Tidak ada satu jabatan apapun di negara ini yang bisa jelas-jelas berkontribusi dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, selain politik," tegas perempuan pemilik nama asli Tsamara Amany Alatas tersebut

Politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut juga berani menegaskan bahwa politisi adalah profesi paling mulia di negara ini bila kita memiliki niat yang baik

"Saya berani mengatakan, politisi adalah profesi paling mulia di negara ini kalau kita punya niat yang baik menjadi politisi. Kenapa ? Karena hanya dengan jadi politisi, kita bisa kasih akses ke orang-orang jaminan kesehatan, jaminan pendidikan, kita bisa kasih mereka subsidi rumah susun dan lain sebagainya," lanjut putri dari pasangan Muhammad Abdurachman dan Nabila Zen tersebut


Ini Alasan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia ini Sebut Politisi Profesi Paling Mulia
Sumber: http://www.thejakartapost.com

Wanita yang pernah menjadi staf magang dalam bidang perizinan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) tersebut mengungkapkan bahwa apa yang telah dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sangat menginsprasi dirinya dan membuat dirinya yakin bahwa politik memang satu-satunya jalan dan cara paling masuk akal supaya kita bisa mengubah bangsa Indonesia ke depan

"Apa yang dilakukan oleh Ahok itu sangat menginspirasi saya dan membuat saya yakin, memang politik lah satu-satunya jalan, cara paling masuk akal supaya kita bisa merubah bangsa ini ke depan," tegas Tsamara Amany

Untuk info selengkapnya, silahkan tonton video berduarasi 1 jam 11 menit 38 detik di bawah ini



By: Lay Cao Lay
Continue Reading...

Selasa, 19 September 2017

MENGAPA WAJAH PERPOLITIKAN INDONESIA CARUT MARUT ??? INI JAWABANNYA

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Mengapa Wajah Perpolitikan Indonesia Carut Marut ? Ini Jawabannya

Sebagian besar para pembaca pasti telah mengetahui dan juga merasakan betapa carut marut nya wajah perpolitikan Indonesia dalam masa Orde Reformasi yang sukses meruntuhkan rezim Orde Baru yang berkuasa 32 tahun lamanya di bawah kepemimpinan Jendral Besar Soeharto. Pertanyaan yang muncul ialah mengapa wajah perpolitikan Indonesia carut-marut ??? Di bawah ini kita akan membahas mengenai tiga ungkapan dari tokoh terkenal yang akan menjawab pertanyaan tersebut


"Kejahatan Akan Menang Jika Orang Benar Tidak Melakukan Apa-apa." -Jendral Sudirman


Sumber: https://ministry.gkigejayan.or.id


MENGAPA WAJAH PERPOLITKAN INDONESIA CARUT MARUT ??? INI JAWABANNYA
Sumber: http://www.boombastis.com


Saya sangat-sangat setuju dengan pernyataan Jendral Sudirman tersebut di atas, karena memang kejahatan akan menang bila orang baik tidak melakukan apa-apa dan inilah yang menjadi penyebab carut-marutnya wajah perpolitikan Indonesia akhir-akhir ini

Dalam salah satu video yang diunggah ke YouTube Channel Partai Solidaritas Indonesia, Raja Juli Antoni (Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI)) mengungkapkan bahwa Indonesia sebenarnya tidak kekurangan stok orang baik, namun orang-orang baik tersebut tidak mau terlibat langsung dalam politik praktis, sehingga institusi politik akhirnya dikuasai oleh orang-orang yang tidak memiliki kredibilitas


"Saya percaya bahwa Indonesia tidak kekurangan stok orang baik. Yang menjadi masalah selama ini, orang-orang baiknya tidak mau terlibat langsung di politik praktis, sehingga akhirnya institusi politik dikuasai oleh orang-orang yang tidak memiliki kredibilitas," ungkap pria kelahiran Pekanbaru, Riau, 13 Juli 1977 tersebut

MENGAPA WAJAH PERPOLITKAN INDONESIA CARUT MARUT ??? INI JAWABANNYA
Sumber: http://www.rajajuliantoni.com

Yup, sesungguhnya banyak sekali orang baik di Indonesia, namun masalah sebenarnya ialah orang-orang baik tersebut memilih untuk cari aman, sehingga mereka tidak mau terlibat langsung dalam politik praktis, padahal sesungguhnya jika orang-orang baik tersebut hanya diam dan tidak melakukan apapun, orang jahat akan merajalela dan menguasai institusi politik, sehingga kezaliman akan terus terjadi dan wajah perpolitikan Indonesia akan terus carut-marut

"Kezhaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik." -Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)


MENGAPA WAJAH PERPOLITKAN INDONESIA CARUT MARUT ??? INI JAWABANNYA
Sumber: https://www.pinterest.com


Dari ketiga ungkapan tersebut di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa wajah perpolitikan Indonesia carut marut bukan karena banyaknya orang jahat, namun karena banyak orang baik yang melakukan pembiaran, yaitu dengan memilih untuk diam dan tidak melakukan apapun, sehingga orang-orang baik tersebut membiarkan orang-orang jahat merajalela dan menguasai institusi politik, sehingga politik Indonesia dirusak dengan kezhaliman yang terus-menerus terjadi

Saya yakin bahwa sebagian besar para pembaca bukanlah orang jahat, namun saat kalian semua lebih memilih untuk berdiam diri dan tidak melakukan apapun dalam dunia politik praktis, jangan salahkan siapa-siapa ataupun keadaan, bila kalian akan terus melihat carut-marutnya wajah perpolitikan Indonesia akibat kezhaliman yang terus-menerus dilakukan oleh orang-orang jahat yang kalian biarkan merajalela


MENGAPA WAJAH PERPOLITIKAN INDONESIA CARUT MARUT ??? INI JAWABANNYA
Sumber: https:psi.id


Jika kalian tertantang untuk merubah wajah perpolitikan Indonesia yang carut-marut tersebut, JANGAN TUNDA-TUNDA LAGI !!! KELUARLAH DARI ZONA NYAMAN ANDA dan TERJUNLAH KE DUNIA POLITIK PRAKTIS !!! JADILAH PEMBUAT SEJARAH BARU DALAM PERPOLITIKAN INDONESIA !!!

Memang untuk terlibat dalam dunia perpolitikan Indonesia, kita tidak harus menjadi Gubernur, Walikota, Bupati ataupun anggota DPR dan DPRD, namun jika ada di antara para pembaca yang mau masuk ke dalam sistem perpolitikan Indonesia dengan menjadi anggota legislatif di tingkat nasional, provinsi ataupun kabupaten/kota, silahkan Anda JAWAB TANTANGAN RAJA JULI ANTONI (Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI)) dalam video berdurasi 33 detik di bawah ini

SALAM SOLIDARITAS !!!



By: Lay Cao Lay
Continue Reading...

Senin, 18 September 2017

JANGAN JADI PENONTON, JADILAH PELAKU DALAM DUNIA POLITIK !!!

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai JANGAN JADI PENONTON !!! JADILAH PELAKU DALAM DUNIA POLITIK !!!

"Aku akan berjalan bersama mereka yang berjalan. Karena aku tidak akan berdiri diam sebagai penonton yang menyaksikan perarakan berlalu." -Khalil Gibran


Saya secara pribadi sangat suka dengan salah satu kata mutiara yang diungkapkan Khalil Gibran (seorang seniman, penyair, dan penulis internasional yang dilahirkan di Basyari, Lebanon pada tanggal 06 Januari 1883 dan meninggal dunia di New York, Amerika Serikat pada tanggal 10 April 1931) tersebut di atas, karena berbicara mengenai orang yang menjadi pelaku dan orang yang hanya menjadi penonton

Kata mutiara tersebut di atas jugalah yang melatarbelakangi keputusan saya untuk terjun ke dalam dunia politik praktis, yaitu dengan bergabung menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan juga mendaftarkan diri sebagai caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sebagian besar para pembaca mungkin akan bertanya, "Bro Rudy, apa hubungannya kata mutiara Khalil Gibran dengan keputusan Anda untuk bergabung di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ?"


JANGAN JADI PENONTON, JADILAH PELAKU DALAM DUNIA POLITIK !!!
Sumber: http://www.thedailybeast.com


Sebagian besar para pembaca pasti mengetahui carut-marutnya wajah perpolitikan Indonesia yang menyebabkan kalian semua berpikir bahwa politik itu jahat, kejam dan menghalalkan segala cara, padahal sesungguhnya politik itu suci dan mulia. Sis Grace Natalie (Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI)) mengungkapkan bahwa politik itu sebenarnya mulia

"Suka atau tidak, politik itu sendiri sebenarnya mulia. Mulai dari harga cabe di pasar, pendidikan atau pelayanan kesehatan masyarakat, semuanya merupakan produk politik," jelas wanita yang pernah menjadi penyiar Liputan6 tersebut, sebagaimana dilansir Indonesia Satu (14/09/2017)


JANGAN JADI PENONTON, JADILAH PELAKU DALAM DUNIA POLITIK !!!
Sumber: https://oneindonesiasatu.com


KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) mengungkapkan bahwa politik adalah pekerjaan yang sangat mulia karena ia memperjuangkan nasib orang yang banyak, bahkan Ir. Joko Widodo (Jokowi), semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017, juga menegaskan bahwa politik itu suci dan juga alat untuk memperjuangkan nilai, ideologi, keadilan dan juga kemakmuran

Saya setuju politik itu suci, politik itu alat perjuangkan nilai, perjuangkan ideologi, keadilan, kemakmuran, dan itulah yang saya kira telah dilakukan Pak Sabam," ungkap Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri peluncuran buku "Politik itu Suci" yang ditulis Sabam Sirait di gedung Lemhanas, Jakarta pada hari Minggu tanggal 10 November 2013, sebagaimana dilansir merdeka.com (10/11/2013)

JANGAN JADI PENONTON, JADILAH PELAKU DALAM DUNIA POLITIK !!!
Sumber: https://www.merdeka.com


Dalam artikel berjudul "Inilah Alasan Utama Mengapa Politik itu Suci", saya telah menjelaskan bahwa apa yang terjadi dengan keadaan politik di Indonesia belakangan ini sebenarnya ditimbulkan oleh sejumlah politisi yang menggunakan kekuasaan politik yang mereka miliki hanya untuk mengenyangkan perut diri mereka, keluarga maupun golongan tertentu tanpa menghiraukan rakyat yang mereka pimpin. Selain itu, saya juga telah menegaskan dalam artikel tersebut bahwa mereka sesungguhnya telah mengkhianati Tuhan Yang Maha Kuasa, hati nuraninya sendiri dan juga kehidupan masyarakat, bangsa serta negara

Dalam salah satu video yang diunggah ke YouTube Channel Partai Solidaritas Indonesia, Sis Grace Natalie selaku Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak salah jika kita merasa kesal dan kecewa terhadap apa yang terjadi dalam dunia politik dewasa ini, namun beliau menambahkan bahwa jika kita hanya galau dan protes di media sosial, kondisi politik Indonesia tidak akan berubah, sebagaimana dilansir Indonesia Satu (14/09/2017)

"Kesal dan kecewa ? Sah aja, tapi kalau kita hanya galau dan protes di media sosial, kondisi gak akan berubah," ungkap istri dari Kevin Osmond tersebut

Saya secara pribadi sangat setuju dengan pernyataan Sis Grace Natalie tersebut, mengingat beliau mengungkapkan fakta yang sebenar-benarnya dan juga yang sedang terjadi akhir-akhir ini, dimana sebagian besar di antara kita hanya dapat mengungkapkan kegalauan dan keapatisan mereka akan dunia politik Indonesia tersebut di media sosial maupun dalam percakapan sehari-hari

Sebagian besar masyarakat Indonesia, saking apatis terhadap dunia politik Indonesia, bahkan berpendapat bahwa siapapun pemimpinnya (entah gubernur atau bahkan Presiden), keadaan mereka akan tetap sama, padahal sesungguhnya pandangan mereka itu sama sekali SALAH BESAR !!! Kok bisa ??? Karena apa yang terjadi dalam segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia saat ini tak lepas dari situasi politik Indonesia, bahkan mulai dari harga cabe di pasar, pendidikan, pelayanan kesehatan masyarakat dan unsur-unsur lainnya merupakan produk politik

Saat ini kita jumpai terlalu banyak penonton yang hanya jago dalam hal mengomentari carut-marutnya wajah politik Indonesia, baik lewat media sosial maupun dalam percakapan sehari-hari, namun sangat sedikit di antara kita yang mau terjun menjadi pelaku dalam merubah politik Indonesia

Tak sedikit teman-teman saya yang mengomentari dengan nada miring mengenai keputusan saya untuk terjun ke dalam dunia politik praktis, namun bagi saya, mereka tak lebih dan tak kurang dari sekedar penonton yang hanya jago dalam mengomentari, namun tidak mau menjadi pelaku dan tidak mau masuk ke dalam sistem perpolitikan Indonesia tersebut. Salah satu mantan teman di tempat kerja lama saya bahkan tidak setuju bahwa politik itu suci, padahal sesusungguhnya paradigma dia mengenai politik itu sama sekali SALAH BESAR !!!

Saya tidak mau terjebak dalam paradigma sebagian besar masyarakat Indonesia yang SALAH BESAR mengenai politik sesungguhnya, namun saya mau menjadi pelaku dan berjalan bersama mereka yang juga berkomitmen untuk terjun ke dalam politik praktis dalam rangka merubah wajah perpolitikan Indonesia. Saya tidak mau menjadi sebagian besar masyarakat Indonesia yang hanya jago dalam hal mengomentari carut-marutnya politik Indonesia tanpa sedikitpun mau masuk ke dalam sistem perpolitikan Indonesia. Memang saya tidak dapat memaksa orang lain untuk terjun ke dalam dunia politik praktis seperti yang saya lakukan, namun setidaknya, saya harus membuktikan bahwa saya bukan sebagian masyarakat Indonesia yang jago teori, tapi NOL BESAR dalam prakteknya

Dengan menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan juga dengan mendaftarkan diri menjadi caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI), saya ingin menjadi pelaku yang berjalan bersama mereka yang juga menjadi anggota serta bacaleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan tidak ingin menjadi penonton yang berdiri diam sebagai penonton yang menyaksikan perpolitikan Indonesia berlalu begitu saja


JANGAN JADI PENONTON, JADILAH PELAKU DALAM DUNIA POLITIK !!!
Sumber: https://www.instagram.com/rudyharyanto77


Jika kalian adalah orang baik, namun hanya tidak mau terlibat dalam merubah wajah perpolitikan Indonesia dan hanya mengomentari carut-marutnya politik Indonesia lewat media sosial maupun dalam percakapan sehari-hari, sesungguhnya kalian turut andil dalam membiarkan orang-orang jahat merajalela dan menguasai dunia perpolitikan Indonesia, karena Jendral Besar Soedirman pernah berkata, "Kejahatan akan menang bila orang benar tidak melakukan apa-apa."

Jika kalian merasa diri kalian adalah orang baik, jangan hanya menjadi penonton, tapi jadilah pelaku dan berjalanlah bersama bersama mereka yang juga terjun dalam dunia politik praktis serta masuk dalam sistem perpolitikan Indonesia. Ingat, JANGAN JADI PENONTON, JADILAH PELAKU DALAM DUNIA POLITIK !!!

SALAM SOLIDARITAS !!!









By: Lay Cao Lay
Continue Reading...

Seniman Internasional Ini Mengerti Makna Bhinneka Tunggal Ika Di Balik Kata Mutiara nya

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Seniman Internasional Ini Mengerti Makna Bhinneka Tunggal Ika Di Balik Kata Mutiara nya

"Aku mencintaimu saat engkau sujud di mesjidmu, berlutut di pura mu, berdoa di gereja mu. Kau dan aku adalah anak-anak dari salah satu agama, dan itulah jiwa (I love you when you bow in your mosque, kneel in your temple, pray in your church. For you and I are sons of one religion, and it is the spirit)." -Khalil Gibran


Sebagian besar para pembaca mungkin telah mengetahui biografi Khalil Gibran dan sebelum melangkah lebih lanjut, kita akan membahas sedikit mengenai siapa Khalil Gibran sebenarnya

Seniman Internasional Ini Mengerti Makna Bhinneka Tunggal Ika Di Balik Kata Mutiara nya
Sumber: http://www.thedailybeast.com


Seniman Internasional Ini Mengerti Makna Bhinneka Tunggal Ika Di Balik Kata Mutiara nya
Sumber: https://www.pinterest.com


Khalil Gibran adalah seorang seniman, penyair dan penulis terkenal yang dilahirkan di Basyari, Lebanon pada tanggal 06 Januari 1883 di lingkungan keluarga Katolik Manorit dan pada usia 10 tahun, Khalil Gibran pindah ke Boston, Massachusetts, Amerika Serikat bersama sang ibu (Kamilah) dan kedua adik perempuannya (Marianna dan Sultana)

Pada tahun 1899 Khalil Gibran kembali ke Lebanon dan melanjutkan pendidikan di College de la Sagasse Sekolah Tinggi Katolik Maronit sejak hingga 1902. Khalil Gibran meninggalkan tanah airnya lagi saat beliau berusia 19 tahun dan di Boston beliau menulis mengenai negeri Lebanon untuk mengekspresikan dirinya dan kelak hal tersebut justru memberikan dirinya sebuah kebebasan untuk menggabungkan dua pengalaman budaya yang berbeda menjadi satu

Antara bulan Maret dan Juni tahun 1903 sebuah tragedi telah menghancurkan keluarga Khalil Gibran, dimana Sultana yang saat itu berumur 15 tahun meninggal karena TBC, disusul dengan Peter (kakak Khalil Gibran yang menjadi seorang pelayan toko dan juga tumpuan hidup saudara-saudaranya) dan Kamilah (sang ibunda) juga meninggal karena penyakit TBC di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat

Khalil Gibran dan Marianna (adik perempuan beliau yang masih hidup) harus berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidup keluarga tersebut. Demi menyambung hidup mereka berdua, Marianna bekerja sebagai penjahit di Miss Teahan's Gowns dan sebagian uang hasil menjahit tersebut digunakan untuk membiayai penerbitan tulisan-tulisan karya Khalil Gibran dan juga membiayai Khalil Gibran dalam meneruskan karier keseniman dan kesasteraan beliau

Pada tahun 1908 Khalil Gibran kembali singgah di Paris setelah sebelumnya beliau juga tinggal di Paris serta menulis drama pertamanya dari tahun 1901 hingga 1902. Khalil Gibran saat itu meneriman cukup uang secara rutin dari Mary Haskell (seorang wanita kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua, namun dikenal memiliki hubungan khusus dengan Khalil Gibran sejak dirinya masih tinggal di Boston)

Dari tahun 1909 hingga 1910 Khalil Gibran mengenyam pendidikan di School of Beaux Arts dan Julian Academy, lalu beliau kembali ke Boston dan mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill serta mengambil alih pembiayaan keluarga beliau

Pada tanggal 10 April 1931 pukul 23:00 waktu setempat, Khalil Gibran meninggal dunia, karena menderita sirosis hati dan TBC, setelah pada pagi hari terakhir itu Khalil Gibran dibawa ke St. Vincent's Hospital di Greenwich Village. Hari berikutnya Marianna mengirim telegram ke Mary Haskell di Savannah untuk mengabarkan kematian penyair internasional tersebut dan Mary Haskell pun menyempatkan diri untuk melayat jenazah Khalil Gibran yang kemudian dikebumikan pada tanggal 21 Agustus 1931 di Mar Sarkis (sekarang Gibran Museum) yang merupakan sebuah biara Karmelit tempat beliau pernah melakukan ibadah


Seniman Internasional Ini Mengerti Makna Bhinneka Tunggal Ika Di Balik Kata Mutiara nya
Sumber: http://elmediatoday.com


Salah satu kata mutiara yang ditulis Khalil Gibran tersebut di atas berbicara mengenai indahnya keberagaman, dimana ada kata "mesjid" yang merupakan representasi umat Muslim, "pura" yang merupakan representasi umat Hindu dan juga "gereja" yang merupakan representasi umat Kristen serta Katolik, bahkan kata "pura" itu sendiri dituliskan Khalil Gibran dalam bahasa Inggris dengan kata "temple" yang juga dapat dijadikan representasi umat Budha

Ironisnya, keberagaman yang digambarkan Khalil Gibran dalam kata mutiara tersebut di atas berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, dimana keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila dirongrong oleh segala paham maupun bentuk radikalisme yang berakar pada intoleransi

Apa itu intoleransi ? Guntur Romli (salah seorang aktivis pejuang keberagaman yang juga salah seorang aktivis Nahdlatul Ulama (NU)) mengungkapkan bahwa intoleransi berarti tidak mau toleran terhadap perbedaan dan juga tidak mau toleran dengan orang lain. Pria yang pernah bergabung dalam Komunitas Kesenian dan Kebudayaan Utan Kayu (2005-2008) dan Komunitas Salihara (2008-2017) tersebut bahkan menjelaskan bahwa intoleransi menimbulkan kebencian dan ketika kebencian tersebut berkarat serta meningkat, kebencian akan menjadi permusuhan, radikalisme, ekstrimisme, separatisme, teroris dan juga peperangan

"Intoleransi menimbulkan kebencian, karena orang tidak mau toleran terhadap perbedaan, tidak mau toleran dengan orang lain. Ketika kebencian itu, berkarat, meningkat, maka dia akan menjadi permusuhan. Dia akan jadi radikalisme, dia akan menjadi ekstrimisme, menjadi separatisme, menjadi teroris, menjadi peperangan. Jadi segala ketidakaturan, segala yang menolak kedamaian, itu akarnya adalah intoleransi," jelas salah satu pendiri organisasi Garda Satwa Indonesia (GSI) yang peduli terhadap hak-hak dan kesejahteraan satwa sejak tahun 2012 tersebut, sebagaimana dilansir dari Indonesia Satu (17/09/2017)

Lebih parahnya lagi, intoleransi yang melahirkan segala paham maupun tindakan radikalisme dan yang dapat menghancurkan kedaulatan salah satu negara di wilayah Khatulistiwa tersebut tersebut justru dilakukan justru oleh sesama anak bangsa dan hal tersebut menggenapi salah satu prediksi Bung Karno yang menyatakan, "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah. Perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."


Seniman Internasional Ini Mengerti Makna Bhinneka Tunggal Ika Di Balik Kata Mutiara nya
Sumber: https://www.instagram.com/rudyharyanto77


Seniman internasional sekelas Khalil Gibran justru sangat memahami makna Bhinneka Tunggal Ika, meski saat beliau hidup, saya yakin beliau tidak mengenal istilah tersebut, namun bangsa Indonesia yang notabene memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika justru tidak menghargai keberagaman yang merupakan salah satu anugerah Tuhan terindah bagi Indonesia yang sama-sama kita cintai, dimana sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan kelompok radikal membuktikan bahwa bangsa Indonesia belum sepenuhnya memaknai Bhinneka Tunggal Ika dengan semestinya

Seniman Internasional Ini Mengerti Makna Bhinneka Tunggal Ika Di Balik Kata Mutiara nya
Sumber: http://www.bbc.com

Sangat miris bila bangsa Indonesia yang notabene memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus kembali mempelajari makna Bhinneka Tunggal Ika kepada seniman internasional sekelas Khalil Gibran yang justru sangat mengerti makna Bhinneka Tunggal Ika, meski beliau sama sekali tidak pernah mendengar semboyan tersebut semasa hidupnya

Mari kita sebagai sesama anak bangsa kembali kepada makna Bhinneka Tunggal Ika yang juga menjadi jiwa bangsa Indonesia yang telah tertanam ratusan tahun di bumi Ibu Pertiwi. Masa kita kalah sama Khalil Gibran yang sangat mengerti makna keberagaman yang ada dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika ? Khalil Gibran saja mengerti dan juga sangat menghargai keberagaman umat beragama, masa kita sebagai sesama anak bangsa Indonesia tidak dapat menghargai keberagaman umat beragama dan juga suku, ras serta golongan ? Alangkah baiknya jika kita semua kembali bercermin dan merenungkan apa yang selama ini telah kita perbuat kepada suku, ras, agama dan golongan yang tidak sama dengan kita, lalu kembalilah kepada makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai jiwa bangsa Indonesia yang telah tertanam ratusan tahun lamanya

LAWAN INTOLERANSI !!! LAWAN RADIKALISME !!!

SALAM SOLIDARITAS !!!


Seniman Internasional Ini Mengerti Makna Bhinneka Tunggal Ika Di Balik Kata Mutiara nya
Sumber: http://rri.co.id

By: Lay Cao Lay
Continue Reading...

Senin, 04 September 2017

Bagaimana Cara Anda Melawan Korupsi dan Intoleransi ?

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Bagaimana Cara Anda Melawan Korupsi dan Intoleransi ?

Sebagaimana telah diketahui bersama, korupsi dan intoleransi merupakan permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia dan perlu ditangani secara serius oleh segenap komponen bangsa. Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai cara melawan korupsi dan intoleransi


Bagaimana Cara Anda Melawan Korupsi dan Intoleransi ?
Sumber: https://news.okezone.com


Korupsi merupakan salah satu persoalan bangsa Indonesia yang telah mengakar sejak pemerintahan Orde Baru hingga sekarang, dimana korupsi membuat segelintir orang menikmati kekayaan Indonesia yang melimpah ruah dan sebagian besar rakyat Indonesia lainnya berada dalam kemiskinan. Ironisnya, korupsi yang terjadi selama ini ternyata dilakukan oleh sesama anak bangsa dan hal tersebut menggenapi prediksi Bung Karno yang menyatakan bahwa perjuangan kita saat ini akan lebih sulit karena melawan bangsa kita sendiri

Menurut saya secara pribadi, perlawanan terhadap segala bentuk korupsi harus dimulai dari diri sendiri dan saya secara pribadi sangat-sangat setuju dengan apa yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menerapkan transparansi keuangan yang dapat diakses di blog pribadi beliau maupun media sosial. Setiap pejabat seharusnya menerapkan transparansi keuangan, sebagaimana yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yaitu dengan melakukan asas pembuktian terbalik

Selain itu, pemerintah harus memiliki komitmen untuk melawan segala bentuk korupsi dengan menerapkan e-government system (sistem pemerintahan elektronik) dan salah satu yang diterapkan di dalamnya ialah e-budgeting system (sistem penganggaran elektronik) yang akan membuat penganggaran menjadi transparan dan dapat diakses masyarakat luas lewat smartphone dan juga PC ataupun laptop. Segenap aparat keamanan pun harus memiliki komitmen untuk bertindak tegas dalam melawan segala bentuk korupsi tanpa pandang bulu


Bagaimana Cara Anda Melawan Korupsi dan Intoleransi ?
Sumber: http://mediaindonesia.com


Persoalan bangsa Indonesia lainnya yang terjadi akhir-akhir ini ialah intoleransi yang merupakan akar dari segala bentuk radikalisme dan dapat menghancurkan keutuhan NKRI dan Pancasila. Menurut saya secara pribadi, pemerintah dan segenap elemen masyarakat harus bekerjasama dalam menggalakkan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama serta Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dan juga empat pilar kebangsaan yang telah dilakukan sebelumnya secara berkala

Selain itu, setiap kegiatan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama serta Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dan juga empat pilar kebangsaan hendaklah dipublikasikan empat pilar kebangsaan lewat media massa, media elektronik dan media sosial. Segenap aparat keamanan pun harus bertindak tegas dalam melawan segala bentuk radikalisme dan intoleransi tanpa pandang bulu


Bagaimana Cara Anda Melawan Korupsi dan Intoleransi ?
Sumber: https://satuislam.org


Nah, sekarang kami ingin meminta tanggapan para pembaca mengenai bagaimana cara melawan korupsi dan intoleransi. Bila ada yang mau memberikan saran maupun masukan mengenai bagaimana cara melawan korupsi dan intoleransi ataupun tanggapan terkait artikel ini, silahkan tulis di kolom komentar yang ada di bawah artikel ini
By: Lay Cao Lay
Continue Reading...

Rabu, 30 Agustus 2017

Inilah Kepemimpinan Yang Dibutuhkan Indonesia Saat Ini

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Inilah Kepemimpinan Yang Dibutuhkan Indonesia Saat Ini

Sebagaimana telah diketahui bersama, kepemimpinan merupakan salah satu hal yang seringkali diperbincangkan berbagai kalangan dan dibutuhkan, mulai dari rumah tangga sebagai komunitas terkecil hingga negara sebagai komunitas lebih besar, bahkan dunia sebagai komunitas terbesar sepanjang masa

Sebelum kita melangkah lebih lanjut, terlebih dahulu harus kita mengerti makna kepemimpinan, dimana definisi dari kepemimpinan, sebagaimana dilansir Kamus Besar Bahasa Indonesia, ialah perihal pemimpin atau cara memimpin Jadi kepemimpinan itu sendiri memiliki ruang lingkup yang sangat luas, dimana kepemimpinan sangat dibutuhkan dalam rumah tangga, sekolah dan perguruan tinggi, tempat kerja, bisnis dan juga pemerintahan, khususnya di Indonesia Salah satu permasalahan utama yang terjadi di Indonesia ialah krisis kepemimpinan, dimana Indonesia saat ini hanya memiliki sedikit pemimpin yang bersih dan amanah


Inilah Kepemimpinan Yang Dibutuhkan Indonesia Saat Ini
Sumber: http://lembagakeris.net


Kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia, bahkan seluruh dunia, ialah:

Inilah Kepemimpinan Yang Dibutuhkan Indonesia Saat Ini
Sumber: https://maulidafirrizqi.wordpress.com

1) Kepemimpinan yang menjadi solusi atau jawaban untuk segala kebutuhan

Kepemimpinan yang dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini ialah kepemimpinan yang dapat menjadi solusi atau jawaban untuk segala kebutuhan. Memang seorang pemimpin tidak dapat memuaskan semua pihak, namun bukan berarti sang pemimpin lepas tangan dan acuh tak acuh terhadap kebutuhan masyarakat. Setidaknya, seorang pemimpin yang dibutuhkan masyarakat, khususnya Indonesia, ialah pemimpin yang mau turun ke bawah, mendengarkan suara rakyat dan bersedia mencarikan solusi ataupun jawaban bagi suara rakyat tersebut


Inilah Kepemimpinan Yang Dibutuhkan Indonesia Saat Ini
Sumber: http://wapannuri.com


2) Kepemimpinan yang membangkitkan potensi

Lebih lanjut, kepemimpinan yang dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini ialah kepemimpinan yang dapat melihat potensi yang ada dalam diri rakyat dan membangkitkannya, bukan sebaliknya. Indonesia, sebagai negara dengan 17.504 pulau, 740 suku bangsa/etnis serta 583 bahasa daerah, penuh dengan berbagai potensi, yang bila dibangkitkan dengan cara yang benar, justru akan membuat nama Indonesia itu sendiri disegani bangsa-bangsa lain di dunia internasional


Inilah Kepemimpinan Yang Dibutuhkan Indonesia Saat Ini
Sumber: http://bisnis.liputan6.com


3) Kepemimpinan yang dapat menghidupi visi para bawahannya

Terakhir, kepemimpinan yang dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini ialah kepemimpinan yang dapat menghidupi visi para bawahannya. Pakde Jokowi dalam ulangtahun kemerdekaan RI ke-72 mencanangkan program Indonesia Kerja Bersama dan saya sangat-sangat setuju dengan slogan tersebut, karena untuk membuat Indonesia sepenuhnya menjadi "gemah ripah loh jinawi tata tentram kerta raharja" memang diperlukan gotong royong atau yang disebut dalam slogan tersebut di atas sebagai Kerja Bersama

Untuk mewujudkan program Indonesia Kerja Bersama tersebut diperlukan kepemimpinan yang dapat menghidupi visi para bawahannya, bukan kepemimpinan yang hanya menuntut para bawahannya mewujudkan visi pribadi sang pemimpin. Permasalahan lainnya yang terjadi dalam kepemimpinan ialah banyaknya pemimpin yang hanya menuntut para bawahannya mewujudkan visi pribadi sang pemimpin, namun tidak menghidupi visi para bawahannya, padahal kesuksesan sang pemimpin ditentukan oleh seberapa suksesnya para bawahannya


Inilah Kepemimpinan Yang Dibutuhkan Indonesia Saat Ini
Sumber: https://id.linkedin.com


Ketiga kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia, bahkan seluruh dunia, tersebut di atas merupakan penjabaran dari apa yang seringkali dikenal sebagai kepemimpinan hati hamba, dimana ketiga kepemimpinan tersebut di atas hanya dapat dilakukan oleh pemimpin berhati hamba yang senantiasa melayani masyarakat yang dia pimpin. Ketiga kepemimpinan tersebut di atas juga sering kali dikenal sebagai kepemimpinan dari bawah ke atas

Inilah Kepemimpinan Yang Dibutuhkan Indonesia Saat Ini
Sumber: http://sabda.org


Kiranya melalui artikel ini, para pemimpin dapat lebih mengerti makna kepemimpinan yang sesungguhnya dan dapat memiliki pemahaman yang benar, yaitu bahwa pemimpin yang baik itu sesungguhnya ialah pelayan yang baik

Inilah Kepemimpinan Yang Dibutuhkan Indonesia Saat Ini
Sumber: http://www.warungsatekamu.org


Ingatlah, barangsiapa ingin menjadi pemimpin yang baik, hendaklah ia menjadi pelayan yang baik bagi masyarakat di lingkungannya

Inilah Kepemimpinan Yang Dibutuhkan Indonesia Saat Ini
Sumber: http://ujiansma.com

By: Lay Cao Lay
Continue Reading...