Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 November 2017

Petisi Tak Kunjung Ditandatangani, Kelompok Ini Bakal Unjuk Rasa Dalam Waktu Dekat

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai

Sebagaimana telah diketahui bersama, pada tanggal 23 Oktober 2017 ada aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta yang dilakukan oleh sekelompok warga yang menamakan dirinya Komunitas Anak Bangsa, dimana dalam aksi unjuk rasa tersebut Komunitas Anak Bangsa membuat sebuah petisi, terkait ucapan "pribumi" yang diucapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pidato perdana beliau pada tanggal 16 Oktober 2017


Petisi Tak Kunjung Ditandatangani, Kelompok Ini Bakal Unjuk Rasa Dalam Waktu Dekat
Sumber: https://news.detik.com


Petisi tersebut berisi lima butir yang harus dilaksanakan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yaitu:

1) Mengecam pidato Anda sebagai Gubernur pada tanggal 16 Oktober 2017, tentang "kebangkitan pribumi"
2) Menuntut klarifikasi Anda sebagai Gubernur tentang arti dan pemahaman "pribumi"
3) Menuntut Gubernur DKI Jakarta, untuk minta maaf kepada masyarakat luas
4) Tidak mengulangi cara-cara yang bersifat dan terlihat memprovokasi masyarakat luas
5) Bersedia menandatangani petisi yang kami buat

Petisi Tak Kunjung Ditandatangani, Kelompok Ini Bakal Unjuk Rasa Dalam Waktu Dekat
Sumber: https://oneindonesisatu.com



Meski demikian, saat itu petisi telah disampaikan, namun belum ditandatangani, karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang tidak berada di Balai Kota DKI Jakarta dan karena hingga saat berita ini dirilis, petisi tersebut tak kunjung ditandatangani, Komunitas Anak Bangsa memutuskan untuk kembali mengadakan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta pada hari Senin tanggal 13 November 2017

Dilansir dari Indonesia Satu, salah seorang sumber terpercaya (yang tidak mau disebutkan namanya) terkait aksi unjuk rasa tersebut, mengungkapkan kepada Founder Indonesia Satu dan IDNEWS via WhatsApp bahwa aksi unjuk rasa tersebut rencananya akan dihadiri oleh 500 orang dalam rangka mendesak agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menandatangani petisi yang dibuat oleh Komunitas Anak Bangsa dalam aksi unjuk rasa pada tanggal 23 Oktober 2017 Balai Kota DKI Jakarta dan sekaligus meminta pertanggungjawaban Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, terkait ucapan "pribumi" yang diucapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pidato perdana beliau pada tanggal 16 Oktober 2017

Sebagai info tambahan, pada hari Kamis tanggal 09 November 2017 beredar pesan dalam salah satu grup WhatsApp bahwa Komunitas Anak Bangsa akan kembali mengadakan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta pada hari Senin tanggal 13 November 2017 untuk menuntut pertanggungjawaban terkait ucapan "pribumi" yang diucapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pidato perdana beliau pada tanggal 16 Oktober 2017 tersebut dan juga mendesak agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan juga agar beliau meminta maaf kepada seluruh warga DKI Jakarta

Apakah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersedia menandatangani petisi tersebut dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat DKI Jakarta, sesuai tuntutan yang diajukan Komunitas Anak Bangsa ??? Yuk kita sama-sama menunggu kelanjutannya pada tanggal 13 November 2017


Petisi Tak Kunjung Ditandatangani, Kelompok Ini Bakal Unjuk Rasa Dalam Waktu Dekat
Sumber: https://oneindonesiasatu.com

By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Sabtu, 04 November 2017

Ini Alasan Utama PSI Dukung Nurdin Abdullah dalam Pilkada Sulsel

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Ini Alasan Utama PSI Dukung Nurdin Abdullah dalam Pilkada Sulsel

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara resmi mendeklarasikan dukungan kepada Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah dalam Pilkada Sulawesi Selatan. Dalam acara Solidarity Lecture bertajuk "Kekuasaan untuk Rakyat" yang diadakan di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) , Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengungkapkan bahwa Nurdin Abdullah merupakan sosok yang mempunyai kapasitas sebagai gubernur

"Cerdas, jujur, berani, serta konsisten. Itu empat kriteria yang kami lihat tercermin dalam diri Bro Nurdin Abdullah. Ini sejalan dengan misi perjuangan PSI untuk melawan korupsi dan intoleransi di Indonesia," ungkap Grace Natalie, sebagaimana dilansir detikNews (03/11/2017)

Lebih lanjut, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai bahwa Nurdin Abdullah telah memberikan kontribusi positif saat menjabat Bupati Bantaeng selama dua periode, mulai dari membersihkan korupsi, mereformasi birokrasi, memberikan pelayanan kesehatan gratis, mendorong pertumbuhan ekonomi, menekan angka kematian ibu melahirkan di daerahnya dan berbagai pembaruan lainnya

"Sehingga berhasil mentransformasi Kabupaten Bantaeng di Sulsel, menjadi kawasan yang sejahtera dan modern," lanjut Grace Natalie, sebagaimana dilansir Kantor Berita Pemilu (03/11/2017)

Dalam acara tersebut, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga menyerahkan simbol Sulapa Eppa’e (simbol pemaknaan tertinggi terhadap bagaimana kekuasaan dijalankan) sebagai bentuk amanah dan dukungan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kepada Nurdin Abdullah . Di bawah simbol berbentuk persegiempat tersebut terdapat tulisan berbahasa bugis "Macca na malempu, Warani na magetteng"

"Sulapa Eppa'e ini dalam maknanya, inspirasi ini kami ambil setelah berkomunikasi dengan struktur kami di Sulsel dan juga masukan dari beberapa tokoh dan budayawan Sulsel. Cerdas dan jujur, berani serta konsisten. Itu empat kriteria yang kami lihat tercermin dalam diri Bro Nurdin Abdullah. Ini sejalan dengan misi perjuangan PSI untuk melawan korupsi dan intoleransi di Indonesia," jelas Grace Natalie, sebagaimana dilansir Fajar Online (03/11/2017) Dukungan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kepada Bupati Bantaeng tersebut bukan hanya didasarkan atas figur, namun juga berdasarkan nilai-nilai yang diusung oleh calon tersebut dan juga hasil komunikasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan struktur partai di level kabupaten dan provinsi serta dengan beberapa tokoh budayawan di Sulawesi Selatan

"Kami memang partai baru, kami tidak punya banyak kekuatan finansial. Namun kami punya anak muda dengan segudang energi, kreativitas, dan modal solidaritas untuk mendukung Nurdin Abdullah," tegas Grace Natalie, sebagaimana dilansir Tempo (03/11/2017)

Sebagai info tambahan, Nurdin Abdullah berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman dalam Pilkada Sulawesi Selatan dan didukung oleh PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Ini merupakan kali kedua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara resmi melibatkan diri dalam pilkada, setelah sebelumnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan dukungan kepada Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Total jumlah kursi dalam koalisi besar tersebut mencapai 31 kursi dari persyaratan KPU minimal (sebanyak 11 kursi) dengan rincian: Partai Gerindra sebanyak 11 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak 9 kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebanyak 6 kursi dan PDI Perjuangan sebanyak 5 kursi, sebagaimana dilansir Republika (03/11/2017)


Ini Alasan Utama PSI Dukung Nurdin Abdullah dalam Pilkada Sulsel
Sumber: https://pilkada.tempo.co

By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Rabu, 01 November 2017

Founder Indonesia Satu dan IDNEWS Ajak Netizen Tandatangan Petisi Ini

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Founder Indonesia Satu dan IDNEWS Ajak Netizen Tandatangan Petisi Ini

Sebagaimana telah diketahui, beberapa waktu lalu (tepatnya pada tanggal 27 Oktober 2017) Founder Indonesia Satu dan IDNEWS Rudy Haryanto mengungkapkan bahwa harus dilakukan hukuman-hukuman yang dapat menimbulkan efek jera bagi para koruptor di Indonesia, diantaranya:


1) Hukum mati seluruh koruptor di Indonesia tanpa kecuali dan tanpa pandang bulu
2) Miskinkan keluarga dari seluruh koruptor di Indonesia tanpa kecuali dan tanpa pandang bulu
3) Cabut hak politik dari seluruh koruptor maupun keluarga dari seluruh koruptor di Indonesia tanpa kecuali dan tanpa pandang bulu hingga keturunan ketujuh
Founder Indonesia Satu dan IDNEWS Ajak Netizen Tandatangan Petisi Ini
Sumber: http://www.hipwee.com

Beberapa hari kemudian (tepatnya pada tanggal 31 Oktober 2017), sebuah petisi berjudul "3 Langkah Hukum Tegas terhadap Koruptor di Indonesia" beredar di dunia maya, dimana dalam petisi tersebut Rudy Haryanto mendesak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat dan Ketua serta para Wakil Ketua DPR RI untuk melakukan 3 langkah hukum tegas terhadap koruptor di Indonesia tanpa kecuali dan tanpa pandang bulu yang dapat menimbulkan efek jera bagi para koruptor di Indonesia, persis seperti apa yang telah disampaikan Rudy Haryanto beberapa hari sebelumnya. Lebih lanjut, Rudy Haryanto mengajak netizen untuk ikut menandatangi petisi online tersebut sebagai salah satu bentuk dukungan dalam melawan segala bentuk korupsi di Indonesia

"Dengan menandatangani petisi ini, Anda turut mendukung penegakan hukum terhadap para koruptor di Indonesia tanpa kecuali dan tanpa pandang bulu sebagai salah satu bentuk dukungan dalam melawan segala bentuk korupsi di Indonesia," demikianlah akhir petisi online tersebut

Untuk info selengkapnya, silahkan klik tombol lanjut yang ada dalam kolom petisi online di bawah ini


By: Rudy Haryanto
Continue Reading...

Minggu, 29 Oktober 2017

Saatnya Amnesia Janji Politik

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Saatnya Amnesia Janji Politik

Sebagaimana telah diketahui bersama, pada hari Jumat tanggal 20 Oktober 2017 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno meninjau proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Fatmawati dan juga melihat sejauh mana proyek tersebut telah berjalan, lalu memerintahkan Walikota Jakarta Selatan untuk segera menggusur empat lahan terakhir di Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan, yang selama ini menghambat proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Fatmawati

"Tadi kita instruksikan kepada Walikota supaya dieksekusi, bebaskan lahannya, pastikan proyek ini tidak berhenti dan kita melihat kepentingan nasional yang amat besar dalam proyek ini. Keterlambatan di sini bisa menjadi masalah. Nanti surat perintahnya akan ada dan akan dilakukan konsinyasi ke pengadilan," ungkap Anies Baswedan di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, sebagaimana dilansir KompasMegapolitan (20/10/2017)


Saatnya Amnesia Janji Politik
Sumber: http://megapolitan.kompas.com


Kenyataan tersebut sangat bertolakbelakang dengan salah satu janji kampanye Anies-Sandi dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, yaitu membangun tanpa menggusur, bahkan Anies Baswedan mengungkapkan bahwa dirinya akan belajar dari Walikota Seoul Park Won-Soon yang berhasil membangun kota Seoul tanpa menggusur

"Kami melihat pengalaman Wali Kota Seoul yang seorang aktivis dia bahkan menerima Award Magsaysay. Beliau adalah aktivis sosial dan beliau orang yang percaya dengan zero eviction, nol penggusuran dan dibuktikan di Seoul," ungkap Anies Baswedan, sebagaimana dilansir cnnindonesia.com (25/05/2017)


Saatnya Amnesia Janji Politik
Sumber: https://www.cnnindonesia.com

Melihat kenyataan yang sangat ironis dengan janji politik yang disampaikan dalam masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 tersebut, saya jadi bertanya-tanya dalam hati, "Apakah bagi mereka, inilah saatnya amnesia janji politik ?". Kelihatannya pemimpin baru DKI Jakarta tersebut telah menjadi lupa ingatan terhadap janji-janji politik mereka berdua alias amnesia janji politik, padahal baru belum ada sebulan mereka berdua memimpin DKI Jakarta (saat artikel ini ditulis)

Semestinya Anies-Sandi berkomitmen terhadap salah satu janji politik mereka berdua, yaitu membangun tanpa menggusur, dimana apapun yang terjadi, 4 lahan di Fatmawati tersebut tidak digusur, meski lahan tersebut dijadikan lokasi Mass Rapid Transit (MRT) sesuai dengan janji mereka berdua, yaitu membangun tanpa menggusur, bahkan saat Anies-Sandi berhasil merayu pemilik lahan agar mau menyerahkan lahannya untuk dijadikan lokasi Mass Rapid Transit (MRT), Anies-Sandi tetaplah tidak konsisten dengan salah satu janji politik mereka berdua, yaitu membangun tanpa menggusur

Meski Anies-Sandi mengadopsi program membangun tanpa menggusur tersebut dari program yang disampaikan Agus-Sylvi dalam masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran pertama, kenyataannya ialah Anies-Sandi telah menyampaikan program membangun tanpa menggusur sebagai salah satu janji politik mereka berdua dalam masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua dan janji adalah utang, sehingga mereka berdua seharusnya menepati janji-janji politik mereka berdua, termasuk program membangun tanpa menggusur, dengan alasan apapun

Inilah pelajaran berharga dalam dunia politik, yaitu bahwa kita jangan sembarangan mengumbar janji-janji politik saat kampanye, karena nantinya warga kini semakin cerdas dan akan menagih janji-janji politik yang kita sampaikan saat kampanye atau warga akan berpikir bahwa inilah saatnya amnesia janji politik alias lupa ingatan terhadap janji-janji politik


Judul artikel ini diberikan atas usulan salah satu teman dari Rudy Haryanto yang juga geram melihat kenyataan yang sangat bertolakbelakang dengan janji-janji politik yang disampaikan dalam masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017

By: Lay Cao Lay
Continue Reading...

Jumat, 27 Oktober 2017

Inilah Hukuman yang Seharusnya Dijatuhkan Bagi Koruptor di Indonesia

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Inilah Hukuman yang Seharusnya Dijatuhkan Bagi Koruptor di Indonesia

Sebagaimana telah diketahui bersama, salah satu bahaya laten di Indonesia, selain bahaya laten komunis, ialah bahaya laten korupsi. Mengapa ? Karena korupsi itu sendiri merusak, bahkan menghancurkan sendi-sendi bangsa dan negara

Selama ini hukum di Indonesia belum dapat bertindak tegas dalam menghukum para koruptor, sehingga tidak heran bila para koruptor yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih dapat tersenyum lebar saat diwawancara awak media, seakan-akan urat malu mereka sudah putus

Yang lebih miris lagi ialah orang-orang yang telah dihukum karena tindak pidana korupsi, ketika selesai menjalani hukuman di lembaga permasyarakatan, dapat mencalonkan diri, bahkan menduduki posisi-posisi penting di pemerintahan, baik legislatif maupun eksekutif

Hal tersebut membuat masyarakat menjadi semakin pesimis terhadap komitmen lembaga eksekutif, legislatif maupun yudikatif dalam pemberantasan korupsi, terlebih dengan adanya upaya-upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)


Inilah Hukuman yang Seharusnya Dijatuhkan Bagi Koruptor di Indonesia
Sumber: http://www.hipwee.com

Menanggapi perihal masih lemahnya komitmen dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, Founder Indonesia Satu dan IDNEWS Rudy Haryanto berpendapat bahwa harus dilakukan hukuman-hukuman yang dapat menimbulkan efek jera bagi para koruptor di Indonesia, diantaranya:

1) Hukum mati seluruh koruptor di Indonesia tanpa kecuali dan tanpa pandang bulu

Hukuman paling pertama yang harus dilakukan ialah menjatuhkan hukuman mati kepada seluruh koruptor di Indonesia

Sebagian mungkin berpendapat bahwa hukuman mati kepada seluruh koruptor di Indonesia tersebut melanggar HAM (Hak Asasi Manusia), namun ada pertanyaan yang harus dijawab oleh masing-masing di antara kita: lebih besar mana pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) nya, menghukum mati para koruptor ataukah mencuri uang rakyat alias korupsi ?

Bagi saya secara pribadi, mencuri uang rakyat alias korupsi jauh lebih besar pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) nya dibandingkan menghukum mati para koruptor di Indonesia, sehingga saya sangat-sangat setuju dengan hukuman mati kepada seluruh koruptor di Indonesia tanpa kecuali dan tanpa pandang bulu


Inilah Hukuman yang Seharusnya Dijatuhkan Bagi Koruptor di Indonesia
Sumber: https://www.kompasiana.com


2) Miskinkan keluarga dari seluruh koruptor di Indonesia tanpa kecuali dan tanpa pandang bulu

Setelah menjatuhkan hukuman mati kepada seluruh koruptor di Indonesia, hukuman berikutnya yang harus dilakukan ialah memiskinkan keluarga dari seluruh koruptor di Indonesia tanpa kecuali dan tanpa pandang bulu

Para penegak hukum harus berani serta tegas untuk menyita harta dari para koruptor tanpa kecuali dan tanpa pandang bulu, lalu mengembalikannya kepada kas negara untuk menutup kerugian yang ditimbulkan akibat tindak pidana korupsi yang dilakukan para koruptor


Inilah Hukuman yang Seharusnya Dijatuhkan Bagi Koruptor di Indonesia
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=x6wXE-Tyxzw


3) Cabut hak politik dari seluruh koruptor maupun keluarga dari seluruh koruptor di Indonesia tanpa kecuali dan tanpa pandang bulu hingga keturunan ketujuh

Hukuman yang satu ini juga diyakini dapat menjadi shock therapy bagi perilaku korupsi di Indonesia, yaitu dengan mencabut hak politik dari seluruh koruptor maupun keluarga dari seluruh koruptor di Indonesia, bahkan hukuman tersebut harus dikenakan hingga keturunan ketujuh dari keluarga seluruh koruptor di Indonesia tanpa kecuali dan tanpa pandang bulu

Hal tersebut membuat para koruptor maupun keluarga dari para koruptor (hingga keturunan ketujuh) tidak dapat dicalonkan dan juga tidak dapat menduduki posisi-posisi penting dalam pemerintahan di Indonesia, mulai dari Daerah Tingkat II, Daerah Tingkat I hingga pemerintahan nasional


Inilah Hukuman yang Seharusnya Dijatuhkan Bagi Koruptor di Indonesia
Sumber: http://serba-makalah.com


Saya akan mengakhiri artikel ini dengan kesimpulan bahwa diperlukan komitmen serta ketegasan dari lembaga eksekutif, legislatif maupun yudikatif dalam pemberantasan korupsi, termasuk dengan mendukung kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta menolak segala upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

SAATNYA SILENT MAJORITY BERSUARA MENOLAK SEGALA BENTUK KORUPSI DI INDONESIA

SAATNYA SILENT MAJORITY MENYARAKAN HUKUMAN MATI BAGI PARA KORUPTOR DI INDONESIA TANPA KECUALI DAN TANPA PANDANG BULU

By: Lay Cao Lay
Continue Reading...

Kamis, 26 Oktober 2017

Ini Alasan Tsamara Amany Daftar jadi Caleg PSI

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Ini Alasan Tsamara Amany Daftar jadi Caleg PSI

Sebagaimana telah diketahui bersama, Tsamara Amany (salah seorang aktivis perempuan yang juga menjadi salah seorang Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memutuskan untuk mendaftarkan diri sebagai caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI)


Ini Alasan Tsamara Amany Daftar jadi Caleg PSI
Sumber: https://kumparan.com

Dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Kamis tanggal 26 Oktober 2017 di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jalan Wahid Hasyim nomor 194, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Tsamara Amany mengungkapkan bahwa beliau mantap menjadi caleg DPR RI, karena dirinya ingin meneruskan perjuangan dalam memberantas korupsi di DPR RI

"Selama ini, politik dan DPR sering dipersepsikan sebagai tempat yang kotor. Tetapi kalau kita merasa bahwa DPR bukan tempat yang bersih, dan tidak pernah ada upaya orang-orang baik masuk ke DPR membawa semangat antikorupsi, kapan DPR akan bersih sebagaimana yang diharapkan masyarakat ?" ungkap Tsamara Amany, sebagaimana dilansir Kumparan (26/10/2017)

Wanita kelahiran Jakarta, 24 Juni 2017 tersebut menyerahkan berkas pendaftaran langsung ke Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Wanita muda yang baru dinobatkan sebagai "Women of The Year 2017" oleh Majalah HerWorld tersebut menjelaskan bahwa persiapan yang dilakukan dirinya ialah membuat tulisan dan mengisi formulir pendaftaran, lalu setelah lolos, beliau juga harus melewati tahapan wawancara dengan sejumlah tokoh independen untuk mendapatkan tiket caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

"Pertama buat tulisan, kemudian administratif mengisi formulir pendaftaran, tentu dilihat lagi apakah saya lolos nantinya. Sampai saat ini walaupun saya juga salah satu pengurus DPP, kita sudah sepakat membuat prosedur di mana harus dilalui semua caleg kita harus diwawancarai oleh tokoh-tokoh independen, tetap harus melewati prosedur yang sudah disepakati," beber Tsamara Amany, sebagaimana dilansir MerahPutih (26/10/2017)

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyambut gembira pendaftaran Co-founder Komunitas Perempuan Politik tersebut sebagai caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan mengaku bahwa dirinya salut dengan langkah Tsamara Amany, untuk masuk ke dalam sistem politik di saat anak-anak seusianya lebih memilih bersikap apolitis

"Tsamara termasuk orang yang sadar politik dan memutuskan masuk sistem di usia yang sangat muda. Jadi, umur perjuangannya masih panjang sekali. Jika nanti terpilih di 2019, ia baru berusia 23 tahun. Banyak waktu yang ia miliki untuk memperjuangkan nilai antikorupsi di dunia politik," ungkap Grace Natalie, sebagaimana dilansir NetralNews (26/10/2017)

Grace Natalie juga berharap langkah Tsamara Amany tersebut akan menginspirasi jutaan anak muda untuk masuk ke dunia politik

"Saat melihat Tsamara, saya melihat impian dan harapan revolusi politik di pundaknya. Semoga Tsamara membawa daya dongkrak untuk generasinya agar anak-anak muda mulai mempertimbangkan politik sebagai sebuah media perjuangan, juga sebagai sebuah opsi karier, dengan idealisme seperti Tsamara." lanjut Grace Natalie, sebagaimana dilansir RMOL (26/10/2017)


Ini Alasan Tsamara Amany Daftar jadi Caleg PSI
Sumber: http://politik.rmol.co

By: Lay Cao Lay
Continue Reading...

Sabtu, 21 Oktober 2017

Wakil Ketua PSI Jakarta: Berhentilah bermain kata-kata, fokuslah bekerja

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Wakil Ketua PSI Jakarta: Berhentilah bermain kata-kata, fokuslah bekerja

Wakil Ketua PSI Jakarta: Berhentilah bermain kata-kata, fokuslah bekerja
Sumber: https://twitter.com/rianernesto


Sebagaimana telah diketahui bersama, pada tanggal 16 Oktober 2017 warga DKI Jakarta dikejutkan dengan pidato perdana yang disampaikan Anies Baswedan setelah beliau resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, dimana beliau menggunakan istilah "pribumi" dalam pidato tersebut

"Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan pepatah Madura. Itik telor, ayam singerimi. Itik yang bertelur, ayam yang mengerami," ungkap Anies Baswedan dalam pidato perdana di Balai Kota DKI Jakarta


Wakil Ketua PSI Jakarta: Berhentilah bermain kata-kata, fokuslah bekerja


Pidato tersebut sontak menuai reaksi negatif dari berbagai pihak dan juga melahirkan sejarah baru di DKI Jakarta, dimana baru sehari bekerja, Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut dilaporkan ke pihak berwajib, bahkan dalam empat hari kerja, telah ada tiga laporan yang dilayangkan terkait pidato yang disampaikan mantan Menteri Pendidikan dalam Kabinet Indonesia Kerja tersebut, yaitu laporan yang dibuat oleh Banteng Muda Indonesia (BMI), Jack Boyd Lanpard (Gerakan Pancasila) dan Federasi Indonesia Bersatu
Wakil Ketua PSI Jakarta: Berhentilah bermain kata-kata, fokuslah bekerja
Sumber: https://news.detik.com
Wakil Ketua PSI Jakarta: Berhentilah bermain kata-kata, fokuslah bekerja
Sumber: http://www.tribunnews.com

Menanggapi pidato yang disampaikan sang pelopor "Tenun Kebangsaan" tersebut, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta mengunggah sebuah video berdurasi 1 menit ke akun Instagram PSI Jakarta, dimana dalam video tersebut Wakil Ketua DPW PSI Jakarta Rian Ernest menyatakan bahwa PSI Jakarta mengecam penggunaan istilah pribumi yang digunakan Gubernur DKI Jakarta kelahiran Kuningan, Jawa Barat, 07 Mei 1969 tersebut serta mengungkapkan bahwa penggunaan istilah "pribumi" telah dilarang melalui Instruksi Presiden tahun 1998

Lebih lanjut, Rian Ernest juga menegaskan bahwa PSI Jakarta mengecam pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengatakan, "Inilah saatnya kita menjadi tuan rumah di negara kita sendiri."

"PSI mempertanyakan hal ini. Bukankah kita sudah merdeka sejak 1945 ? Bukankah dengan kemerdekaan itu, kitalah Warga Negara Indonesia darimana pun asal kita, suku, agama dan ras nya, mengisi kemerdekaan itu ?" tanya Rian Ernest

Di bagian akhir video tersebut, Wakil Ketua DPW PSI Jakarta menyampaikan sebuah pesan yang ditujukan kepada sang penggagas "Gerakan Indonesia Mengajar" tersebut agar beliau berhenti bermain kata-kata dan fokus bekerja

"Pak Anies, berhentilah bermain kata-kata, fokuslah bekerja. Mengapa ? Karena warga DKI Jakarta adalah warga yang kritis dan menunggu bukti, bukan hanya janji," tutup Rian Ernest

Untuk info selengkapnya, silahkan tonton video di bawah ini





By: Lay Cao Lay
Continue Reading...

Sabtu, 23 September 2017

Ini Alasan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia ini Sebut Politisi Profesi Paling Mulia

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Ini Alasan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia ini Sebut Politisi Profesi Paling Mulia

Sebagian besar di antara kita masih menganggap bahwa politik itu kotor, jahat, kejam dan politisi merupakan salah satu profesi yang paling tidak disukai dan dalam artikel ini saya akan berusaha meluruskan persepsi salah mengenai politik dan profesi politisi itu sendiri, agar kita semua semakin mengerti esensi dasar dari politik dan profesi politisi

Dalam salah satu video yang diunggah ke YouTube Channel Parta Solidaritas Indonesia, Sis Tsamara Amany (salah seorang Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI)) mengungkapkan alasan mengapa dirinya memutuskan untuk terjun ke dalam dunia politik

Dalam video tersebut penulis buku "Curhat Perempuan" tersebut mengungkapkan bahwa bagaimana beliau dapat berkontribusi lebih bagi negara ini kalau dirinya tidak masuk ke dalam dunia politik dan tidak masuk ke dalam lembaga-lembaga pengambil keputusan yang dapat memberikan akses untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

"Gimana saya bisa berkontribusi lebih bagi negara ini kalau saya gak masuk ke politik, kalau saya gak masuk ke satu lembaga-lembaga pengambil keputusan yang jelas-jelas bisa memberikan akses kepada saya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ?" ungkap Co-founder Gerakan Perempuan Politik tersebut

Lebih lanjut, salah seorang mahasiswi Universitas Paramadina tersebut menjelaskan bahwa dirinya memutuskan untuk terjun ke dalam dunia politik saat beliau magang di Balai Kota selama empat bulan. Awalnya beliau yang pernah menjadi salah seorang saksi di Mahkamah Konsitusi (MK) tersebut sangat apatis terhadap politik, bahkan salah seorang hakim Mahkamah Konstitusi (MK) sampai kesal dan berkata, "Apa sih persepsi kamu tentang partai politik ? Kayaknya jelek banget tuh partai politik di mata kamu. Partai politik itu kotor, Ahok itu harus maju calon independen dan lain sebagainya."

Saat itu wanita yang bercita-cita ingin menjadi Gubernur DKI Jakarta tersebut apatis terhadap dunia politik, karena banyak kader partai politik yang ditangkap gara-gara kasus korupsi dan juga banyak partai politik yang tidak memiliki sikap yang jelas mengenai toleransi. Meski demikian, rasa apatis Tsamara Amany tersebut hilang saat beliau magang selama empat bulan di Balai Kota dan berhasil menyederhanakan proses perizinan DKI Jakarta, sehingga peringkat perizinan DKI Jakarta di Bank Dunia (World Bank) naik 16 peringkat, sehingga beliau sadar bahwa tidak ada satu jabatan pun di negara ini yang jelas-jelas dapat berkontribusi dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, selain politik

"Tidak ada satu jabatan apapun di negara ini yang bisa jelas-jelas berkontribusi dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, selain politik," tegas perempuan pemilik nama asli Tsamara Amany Alatas tersebut

Politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut juga berani menegaskan bahwa politisi adalah profesi paling mulia di negara ini bila kita memiliki niat yang baik

"Saya berani mengatakan, politisi adalah profesi paling mulia di negara ini kalau kita punya niat yang baik menjadi politisi. Kenapa ? Karena hanya dengan jadi politisi, kita bisa kasih akses ke orang-orang jaminan kesehatan, jaminan pendidikan, kita bisa kasih mereka subsidi rumah susun dan lain sebagainya," lanjut putri dari pasangan Muhammad Abdurachman dan Nabila Zen tersebut


Ini Alasan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia ini Sebut Politisi Profesi Paling Mulia
Sumber: http://www.thejakartapost.com

Wanita yang pernah menjadi staf magang dalam bidang perizinan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) tersebut mengungkapkan bahwa apa yang telah dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sangat menginsprasi dirinya dan membuat dirinya yakin bahwa politik memang satu-satunya jalan dan cara paling masuk akal supaya kita bisa mengubah bangsa Indonesia ke depan

"Apa yang dilakukan oleh Ahok itu sangat menginspirasi saya dan membuat saya yakin, memang politik lah satu-satunya jalan, cara paling masuk akal supaya kita bisa merubah bangsa ini ke depan," tegas Tsamara Amany

Untuk info selengkapnya, silahkan tonton video berduarasi 1 jam 11 menit 38 detik di bawah ini



By: Lay Cao Lay
Continue Reading...

Selasa, 19 September 2017

MENGAPA WAJAH PERPOLITIKAN INDONESIA CARUT MARUT ??? INI JAWABANNYA

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Mengapa Wajah Perpolitikan Indonesia Carut Marut ? Ini Jawabannya

Sebagian besar para pembaca pasti telah mengetahui dan juga merasakan betapa carut marut nya wajah perpolitikan Indonesia dalam masa Orde Reformasi yang sukses meruntuhkan rezim Orde Baru yang berkuasa 32 tahun lamanya di bawah kepemimpinan Jendral Besar Soeharto. Pertanyaan yang muncul ialah mengapa wajah perpolitikan Indonesia carut-marut ??? Di bawah ini kita akan membahas mengenai tiga ungkapan dari tokoh terkenal yang akan menjawab pertanyaan tersebut


"Kejahatan Akan Menang Jika Orang Benar Tidak Melakukan Apa-apa." -Jendral Sudirman


Sumber: https://ministry.gkigejayan.or.id


MENGAPA WAJAH PERPOLITKAN INDONESIA CARUT MARUT ??? INI JAWABANNYA
Sumber: http://www.boombastis.com


Saya sangat-sangat setuju dengan pernyataan Jendral Sudirman tersebut di atas, karena memang kejahatan akan menang bila orang baik tidak melakukan apa-apa dan inilah yang menjadi penyebab carut-marutnya wajah perpolitikan Indonesia akhir-akhir ini

Dalam salah satu video yang diunggah ke YouTube Channel Partai Solidaritas Indonesia, Raja Juli Antoni (Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI)) mengungkapkan bahwa Indonesia sebenarnya tidak kekurangan stok orang baik, namun orang-orang baik tersebut tidak mau terlibat langsung dalam politik praktis, sehingga institusi politik akhirnya dikuasai oleh orang-orang yang tidak memiliki kredibilitas


"Saya percaya bahwa Indonesia tidak kekurangan stok orang baik. Yang menjadi masalah selama ini, orang-orang baiknya tidak mau terlibat langsung di politik praktis, sehingga akhirnya institusi politik dikuasai oleh orang-orang yang tidak memiliki kredibilitas," ungkap pria kelahiran Pekanbaru, Riau, 13 Juli 1977 tersebut

MENGAPA WAJAH PERPOLITKAN INDONESIA CARUT MARUT ??? INI JAWABANNYA
Sumber: http://www.rajajuliantoni.com

Yup, sesungguhnya banyak sekali orang baik di Indonesia, namun masalah sebenarnya ialah orang-orang baik tersebut memilih untuk cari aman, sehingga mereka tidak mau terlibat langsung dalam politik praktis, padahal sesungguhnya jika orang-orang baik tersebut hanya diam dan tidak melakukan apapun, orang jahat akan merajalela dan menguasai institusi politik, sehingga kezaliman akan terus terjadi dan wajah perpolitikan Indonesia akan terus carut-marut

"Kezhaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik." -Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)


MENGAPA WAJAH PERPOLITKAN INDONESIA CARUT MARUT ??? INI JAWABANNYA
Sumber: https://www.pinterest.com


Dari ketiga ungkapan tersebut di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa wajah perpolitikan Indonesia carut marut bukan karena banyaknya orang jahat, namun karena banyak orang baik yang melakukan pembiaran, yaitu dengan memilih untuk diam dan tidak melakukan apapun, sehingga orang-orang baik tersebut membiarkan orang-orang jahat merajalela dan menguasai institusi politik, sehingga politik Indonesia dirusak dengan kezhaliman yang terus-menerus terjadi

Saya yakin bahwa sebagian besar para pembaca bukanlah orang jahat, namun saat kalian semua lebih memilih untuk berdiam diri dan tidak melakukan apapun dalam dunia politik praktis, jangan salahkan siapa-siapa ataupun keadaan, bila kalian akan terus melihat carut-marutnya wajah perpolitikan Indonesia akibat kezhaliman yang terus-menerus dilakukan oleh orang-orang jahat yang kalian biarkan merajalela


MENGAPA WAJAH PERPOLITIKAN INDONESIA CARUT MARUT ??? INI JAWABANNYA
Sumber: https:psi.id


Jika kalian tertantang untuk merubah wajah perpolitikan Indonesia yang carut-marut tersebut, JANGAN TUNDA-TUNDA LAGI !!! KELUARLAH DARI ZONA NYAMAN ANDA dan TERJUNLAH KE DUNIA POLITIK PRAKTIS !!! JADILAH PEMBUAT SEJARAH BARU DALAM PERPOLITIKAN INDONESIA !!!

Memang untuk terlibat dalam dunia perpolitikan Indonesia, kita tidak harus menjadi Gubernur, Walikota, Bupati ataupun anggota DPR dan DPRD, namun jika ada di antara para pembaca yang mau masuk ke dalam sistem perpolitikan Indonesia dengan menjadi anggota legislatif di tingkat nasional, provinsi ataupun kabupaten/kota, silahkan Anda JAWAB TANTANGAN RAJA JULI ANTONI (Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI)) dalam video berdurasi 33 detik di bawah ini

SALAM SOLIDARITAS !!!



By: Lay Cao Lay
Continue Reading...

Senin, 18 September 2017

JANGAN JADI PENONTON, JADILAH PELAKU DALAM DUNIA POLITIK !!!

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai JANGAN JADI PENONTON !!! JADILAH PELAKU DALAM DUNIA POLITIK !!!

"Aku akan berjalan bersama mereka yang berjalan. Karena aku tidak akan berdiri diam sebagai penonton yang menyaksikan perarakan berlalu." -Khalil Gibran


Saya secara pribadi sangat suka dengan salah satu kata mutiara yang diungkapkan Khalil Gibran (seorang seniman, penyair, dan penulis internasional yang dilahirkan di Basyari, Lebanon pada tanggal 06 Januari 1883 dan meninggal dunia di New York, Amerika Serikat pada tanggal 10 April 1931) tersebut di atas, karena berbicara mengenai orang yang menjadi pelaku dan orang yang hanya menjadi penonton

Kata mutiara tersebut di atas jugalah yang melatarbelakangi keputusan saya untuk terjun ke dalam dunia politik praktis, yaitu dengan bergabung menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan juga mendaftarkan diri sebagai caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sebagian besar para pembaca mungkin akan bertanya, "Bro Rudy, apa hubungannya kata mutiara Khalil Gibran dengan keputusan Anda untuk bergabung di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ?"


JANGAN JADI PENONTON, JADILAH PELAKU DALAM DUNIA POLITIK !!!
Sumber: http://www.thedailybeast.com


Sebagian besar para pembaca pasti mengetahui carut-marutnya wajah perpolitikan Indonesia yang menyebabkan kalian semua berpikir bahwa politik itu jahat, kejam dan menghalalkan segala cara, padahal sesungguhnya politik itu suci dan mulia. Sis Grace Natalie (Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI)) mengungkapkan bahwa politik itu sebenarnya mulia

"Suka atau tidak, politik itu sendiri sebenarnya mulia. Mulai dari harga cabe di pasar, pendidikan atau pelayanan kesehatan masyarakat, semuanya merupakan produk politik," jelas wanita yang pernah menjadi penyiar Liputan6 tersebut, sebagaimana dilansir Indonesia Satu (14/09/2017)


JANGAN JADI PENONTON, JADILAH PELAKU DALAM DUNIA POLITIK !!!
Sumber: https://oneindonesiasatu.com


KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) mengungkapkan bahwa politik adalah pekerjaan yang sangat mulia karena ia memperjuangkan nasib orang yang banyak, bahkan Ir. Joko Widodo (Jokowi), semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017, juga menegaskan bahwa politik itu suci dan juga alat untuk memperjuangkan nilai, ideologi, keadilan dan juga kemakmuran

Saya setuju politik itu suci, politik itu alat perjuangkan nilai, perjuangkan ideologi, keadilan, kemakmuran, dan itulah yang saya kira telah dilakukan Pak Sabam," ungkap Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri peluncuran buku "Politik itu Suci" yang ditulis Sabam Sirait di gedung Lemhanas, Jakarta pada hari Minggu tanggal 10 November 2013, sebagaimana dilansir merdeka.com (10/11/2013)

JANGAN JADI PENONTON, JADILAH PELAKU DALAM DUNIA POLITIK !!!
Sumber: https://www.merdeka.com


Dalam artikel berjudul "Inilah Alasan Utama Mengapa Politik itu Suci", saya telah menjelaskan bahwa apa yang terjadi dengan keadaan politik di Indonesia belakangan ini sebenarnya ditimbulkan oleh sejumlah politisi yang menggunakan kekuasaan politik yang mereka miliki hanya untuk mengenyangkan perut diri mereka, keluarga maupun golongan tertentu tanpa menghiraukan rakyat yang mereka pimpin. Selain itu, saya juga telah menegaskan dalam artikel tersebut bahwa mereka sesungguhnya telah mengkhianati Tuhan Yang Maha Kuasa, hati nuraninya sendiri dan juga kehidupan masyarakat, bangsa serta negara

Dalam salah satu video yang diunggah ke YouTube Channel Partai Solidaritas Indonesia, Sis Grace Natalie selaku Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak salah jika kita merasa kesal dan kecewa terhadap apa yang terjadi dalam dunia politik dewasa ini, namun beliau menambahkan bahwa jika kita hanya galau dan protes di media sosial, kondisi politik Indonesia tidak akan berubah, sebagaimana dilansir Indonesia Satu (14/09/2017)

"Kesal dan kecewa ? Sah aja, tapi kalau kita hanya galau dan protes di media sosial, kondisi gak akan berubah," ungkap istri dari Kevin Osmond tersebut

Saya secara pribadi sangat setuju dengan pernyataan Sis Grace Natalie tersebut, mengingat beliau mengungkapkan fakta yang sebenar-benarnya dan juga yang sedang terjadi akhir-akhir ini, dimana sebagian besar di antara kita hanya dapat mengungkapkan kegalauan dan keapatisan mereka akan dunia politik Indonesia tersebut di media sosial maupun dalam percakapan sehari-hari

Sebagian besar masyarakat Indonesia, saking apatis terhadap dunia politik Indonesia, bahkan berpendapat bahwa siapapun pemimpinnya (entah gubernur atau bahkan Presiden), keadaan mereka akan tetap sama, padahal sesungguhnya pandangan mereka itu sama sekali SALAH BESAR !!! Kok bisa ??? Karena apa yang terjadi dalam segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia saat ini tak lepas dari situasi politik Indonesia, bahkan mulai dari harga cabe di pasar, pendidikan, pelayanan kesehatan masyarakat dan unsur-unsur lainnya merupakan produk politik

Saat ini kita jumpai terlalu banyak penonton yang hanya jago dalam hal mengomentari carut-marutnya wajah politik Indonesia, baik lewat media sosial maupun dalam percakapan sehari-hari, namun sangat sedikit di antara kita yang mau terjun menjadi pelaku dalam merubah politik Indonesia

Tak sedikit teman-teman saya yang mengomentari dengan nada miring mengenai keputusan saya untuk terjun ke dalam dunia politik praktis, namun bagi saya, mereka tak lebih dan tak kurang dari sekedar penonton yang hanya jago dalam mengomentari, namun tidak mau menjadi pelaku dan tidak mau masuk ke dalam sistem perpolitikan Indonesia tersebut. Salah satu mantan teman di tempat kerja lama saya bahkan tidak setuju bahwa politik itu suci, padahal sesusungguhnya paradigma dia mengenai politik itu sama sekali SALAH BESAR !!!

Saya tidak mau terjebak dalam paradigma sebagian besar masyarakat Indonesia yang SALAH BESAR mengenai politik sesungguhnya, namun saya mau menjadi pelaku dan berjalan bersama mereka yang juga berkomitmen untuk terjun ke dalam politik praktis dalam rangka merubah wajah perpolitikan Indonesia. Saya tidak mau menjadi sebagian besar masyarakat Indonesia yang hanya jago dalam hal mengomentari carut-marutnya politik Indonesia tanpa sedikitpun mau masuk ke dalam sistem perpolitikan Indonesia. Memang saya tidak dapat memaksa orang lain untuk terjun ke dalam dunia politik praktis seperti yang saya lakukan, namun setidaknya, saya harus membuktikan bahwa saya bukan sebagian masyarakat Indonesia yang jago teori, tapi NOL BESAR dalam prakteknya

Dengan menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan juga dengan mendaftarkan diri menjadi caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI), saya ingin menjadi pelaku yang berjalan bersama mereka yang juga menjadi anggota serta bacaleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan tidak ingin menjadi penonton yang berdiri diam sebagai penonton yang menyaksikan perpolitikan Indonesia berlalu begitu saja


JANGAN JADI PENONTON, JADILAH PELAKU DALAM DUNIA POLITIK !!!
Sumber: https://www.instagram.com/rudyharyanto77


Jika kalian adalah orang baik, namun hanya tidak mau terlibat dalam merubah wajah perpolitikan Indonesia dan hanya mengomentari carut-marutnya politik Indonesia lewat media sosial maupun dalam percakapan sehari-hari, sesungguhnya kalian turut andil dalam membiarkan orang-orang jahat merajalela dan menguasai dunia perpolitikan Indonesia, karena Jendral Besar Soedirman pernah berkata, "Kejahatan akan menang bila orang benar tidak melakukan apa-apa."

Jika kalian merasa diri kalian adalah orang baik, jangan hanya menjadi penonton, tapi jadilah pelaku dan berjalanlah bersama bersama mereka yang juga terjun dalam dunia politik praktis serta masuk dalam sistem perpolitikan Indonesia. Ingat, JANGAN JADI PENONTON, JADILAH PELAKU DALAM DUNIA POLITIK !!!

SALAM SOLIDARITAS !!!









By: Lay Cao Lay
Continue Reading...

Seniman Internasional Ini Mengerti Makna Bhinneka Tunggal Ika Di Balik Kata Mutiara nya

Tidak ada komentar:
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Seniman Internasional Ini Mengerti Makna Bhinneka Tunggal Ika Di Balik Kata Mutiara nya

"Aku mencintaimu saat engkau sujud di mesjidmu, berlutut di pura mu, berdoa di gereja mu. Kau dan aku adalah anak-anak dari salah satu agama, dan itulah jiwa (I love you when you bow in your mosque, kneel in your temple, pray in your church. For you and I are sons of one religion, and it is the spirit)." -Khalil Gibran


Sebagian besar para pembaca mungkin telah mengetahui biografi Khalil Gibran dan sebelum melangkah lebih lanjut, kita akan membahas sedikit mengenai siapa Khalil Gibran sebenarnya

Seniman Internasional Ini Mengerti Makna Bhinneka Tunggal Ika Di Balik Kata Mutiara nya
Sumber: http://www.thedailybeast.com


Seniman Internasional Ini Mengerti Makna Bhinneka Tunggal Ika Di Balik Kata Mutiara nya
Sumber: https://www.pinterest.com


Khalil Gibran adalah seorang seniman, penyair dan penulis terkenal yang dilahirkan di Basyari, Lebanon pada tanggal 06 Januari 1883 di lingkungan keluarga Katolik Manorit dan pada usia 10 tahun, Khalil Gibran pindah ke Boston, Massachusetts, Amerika Serikat bersama sang ibu (Kamilah) dan kedua adik perempuannya (Marianna dan Sultana)

Pada tahun 1899 Khalil Gibran kembali ke Lebanon dan melanjutkan pendidikan di College de la Sagasse Sekolah Tinggi Katolik Maronit sejak hingga 1902. Khalil Gibran meninggalkan tanah airnya lagi saat beliau berusia 19 tahun dan di Boston beliau menulis mengenai negeri Lebanon untuk mengekspresikan dirinya dan kelak hal tersebut justru memberikan dirinya sebuah kebebasan untuk menggabungkan dua pengalaman budaya yang berbeda menjadi satu

Antara bulan Maret dan Juni tahun 1903 sebuah tragedi telah menghancurkan keluarga Khalil Gibran, dimana Sultana yang saat itu berumur 15 tahun meninggal karena TBC, disusul dengan Peter (kakak Khalil Gibran yang menjadi seorang pelayan toko dan juga tumpuan hidup saudara-saudaranya) dan Kamilah (sang ibunda) juga meninggal karena penyakit TBC di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat

Khalil Gibran dan Marianna (adik perempuan beliau yang masih hidup) harus berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidup keluarga tersebut. Demi menyambung hidup mereka berdua, Marianna bekerja sebagai penjahit di Miss Teahan's Gowns dan sebagian uang hasil menjahit tersebut digunakan untuk membiayai penerbitan tulisan-tulisan karya Khalil Gibran dan juga membiayai Khalil Gibran dalam meneruskan karier keseniman dan kesasteraan beliau

Pada tahun 1908 Khalil Gibran kembali singgah di Paris setelah sebelumnya beliau juga tinggal di Paris serta menulis drama pertamanya dari tahun 1901 hingga 1902. Khalil Gibran saat itu meneriman cukup uang secara rutin dari Mary Haskell (seorang wanita kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua, namun dikenal memiliki hubungan khusus dengan Khalil Gibran sejak dirinya masih tinggal di Boston)

Dari tahun 1909 hingga 1910 Khalil Gibran mengenyam pendidikan di School of Beaux Arts dan Julian Academy, lalu beliau kembali ke Boston dan mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill serta mengambil alih pembiayaan keluarga beliau

Pada tanggal 10 April 1931 pukul 23:00 waktu setempat, Khalil Gibran meninggal dunia, karena menderita sirosis hati dan TBC, setelah pada pagi hari terakhir itu Khalil Gibran dibawa ke St. Vincent's Hospital di Greenwich Village. Hari berikutnya Marianna mengirim telegram ke Mary Haskell di Savannah untuk mengabarkan kematian penyair internasional tersebut dan Mary Haskell pun menyempatkan diri untuk melayat jenazah Khalil Gibran yang kemudian dikebumikan pada tanggal 21 Agustus 1931 di Mar Sarkis (sekarang Gibran Museum) yang merupakan sebuah biara Karmelit tempat beliau pernah melakukan ibadah


Seniman Internasional Ini Mengerti Makna Bhinneka Tunggal Ika Di Balik Kata Mutiara nya
Sumber: http://elmediatoday.com


Salah satu kata mutiara yang ditulis Khalil Gibran tersebut di atas berbicara mengenai indahnya keberagaman, dimana ada kata "mesjid" yang merupakan representasi umat Muslim, "pura" yang merupakan representasi umat Hindu dan juga "gereja" yang merupakan representasi umat Kristen serta Katolik, bahkan kata "pura" itu sendiri dituliskan Khalil Gibran dalam bahasa Inggris dengan kata "temple" yang juga dapat dijadikan representasi umat Budha

Ironisnya, keberagaman yang digambarkan Khalil Gibran dalam kata mutiara tersebut di atas berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, dimana keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila dirongrong oleh segala paham maupun bentuk radikalisme yang berakar pada intoleransi

Apa itu intoleransi ? Guntur Romli (salah seorang aktivis pejuang keberagaman yang juga salah seorang aktivis Nahdlatul Ulama (NU)) mengungkapkan bahwa intoleransi berarti tidak mau toleran terhadap perbedaan dan juga tidak mau toleran dengan orang lain. Pria yang pernah bergabung dalam Komunitas Kesenian dan Kebudayaan Utan Kayu (2005-2008) dan Komunitas Salihara (2008-2017) tersebut bahkan menjelaskan bahwa intoleransi menimbulkan kebencian dan ketika kebencian tersebut berkarat serta meningkat, kebencian akan menjadi permusuhan, radikalisme, ekstrimisme, separatisme, teroris dan juga peperangan

"Intoleransi menimbulkan kebencian, karena orang tidak mau toleran terhadap perbedaan, tidak mau toleran dengan orang lain. Ketika kebencian itu, berkarat, meningkat, maka dia akan menjadi permusuhan. Dia akan jadi radikalisme, dia akan menjadi ekstrimisme, menjadi separatisme, menjadi teroris, menjadi peperangan. Jadi segala ketidakaturan, segala yang menolak kedamaian, itu akarnya adalah intoleransi," jelas salah satu pendiri organisasi Garda Satwa Indonesia (GSI) yang peduli terhadap hak-hak dan kesejahteraan satwa sejak tahun 2012 tersebut, sebagaimana dilansir dari Indonesia Satu (17/09/2017)

Lebih parahnya lagi, intoleransi yang melahirkan segala paham maupun tindakan radikalisme dan yang dapat menghancurkan kedaulatan salah satu negara di wilayah Khatulistiwa tersebut tersebut justru dilakukan justru oleh sesama anak bangsa dan hal tersebut menggenapi salah satu prediksi Bung Karno yang menyatakan, "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah. Perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."


Seniman Internasional Ini Mengerti Makna Bhinneka Tunggal Ika Di Balik Kata Mutiara nya
Sumber: https://www.instagram.com/rudyharyanto77


Seniman internasional sekelas Khalil Gibran justru sangat memahami makna Bhinneka Tunggal Ika, meski saat beliau hidup, saya yakin beliau tidak mengenal istilah tersebut, namun bangsa Indonesia yang notabene memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika justru tidak menghargai keberagaman yang merupakan salah satu anugerah Tuhan terindah bagi Indonesia yang sama-sama kita cintai, dimana sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan kelompok radikal membuktikan bahwa bangsa Indonesia belum sepenuhnya memaknai Bhinneka Tunggal Ika dengan semestinya

Seniman Internasional Ini Mengerti Makna Bhinneka Tunggal Ika Di Balik Kata Mutiara nya
Sumber: http://www.bbc.com

Sangat miris bila bangsa Indonesia yang notabene memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus kembali mempelajari makna Bhinneka Tunggal Ika kepada seniman internasional sekelas Khalil Gibran yang justru sangat mengerti makna Bhinneka Tunggal Ika, meski beliau sama sekali tidak pernah mendengar semboyan tersebut semasa hidupnya

Mari kita sebagai sesama anak bangsa kembali kepada makna Bhinneka Tunggal Ika yang juga menjadi jiwa bangsa Indonesia yang telah tertanam ratusan tahun di bumi Ibu Pertiwi. Masa kita kalah sama Khalil Gibran yang sangat mengerti makna keberagaman yang ada dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika ? Khalil Gibran saja mengerti dan juga sangat menghargai keberagaman umat beragama, masa kita sebagai sesama anak bangsa Indonesia tidak dapat menghargai keberagaman umat beragama dan juga suku, ras serta golongan ? Alangkah baiknya jika kita semua kembali bercermin dan merenungkan apa yang selama ini telah kita perbuat kepada suku, ras, agama dan golongan yang tidak sama dengan kita, lalu kembalilah kepada makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai jiwa bangsa Indonesia yang telah tertanam ratusan tahun lamanya

LAWAN INTOLERANSI !!! LAWAN RADIKALISME !!!

SALAM SOLIDARITAS !!!


Seniman Internasional Ini Mengerti Makna Bhinneka Tunggal Ika Di Balik Kata Mutiara nya
Sumber: http://rri.co.id

By: Lay Cao Lay
Continue Reading...