Minggu, 29 Oktober 2017

Saatnya Amnesia Janji Politik


Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Saatnya Amnesia Janji Politik

Sebagaimana telah diketahui bersama, pada hari Jumat tanggal 20 Oktober 2017 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno meninjau proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Fatmawati dan juga melihat sejauh mana proyek tersebut telah berjalan, lalu memerintahkan Walikota Jakarta Selatan untuk segera menggusur empat lahan terakhir di Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan, yang selama ini menghambat proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Fatmawati

"Tadi kita instruksikan kepada Walikota supaya dieksekusi, bebaskan lahannya, pastikan proyek ini tidak berhenti dan kita melihat kepentingan nasional yang amat besar dalam proyek ini. Keterlambatan di sini bisa menjadi masalah. Nanti surat perintahnya akan ada dan akan dilakukan konsinyasi ke pengadilan," ungkap Anies Baswedan di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, sebagaimana dilansir KompasMegapolitan (20/10/2017)


Saatnya Amnesia Janji Politik
Sumber: http://megapolitan.kompas.com


Kenyataan tersebut sangat bertolakbelakang dengan salah satu janji kampanye Anies-Sandi dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, yaitu membangun tanpa menggusur, bahkan Anies Baswedan mengungkapkan bahwa dirinya akan belajar dari Walikota Seoul Park Won-Soon yang berhasil membangun kota Seoul tanpa menggusur

"Kami melihat pengalaman Wali Kota Seoul yang seorang aktivis dia bahkan menerima Award Magsaysay. Beliau adalah aktivis sosial dan beliau orang yang percaya dengan zero eviction, nol penggusuran dan dibuktikan di Seoul," ungkap Anies Baswedan, sebagaimana dilansir cnnindonesia.com (25/05/2017)


Saatnya Amnesia Janji Politik
Sumber: https://www.cnnindonesia.com

Melihat kenyataan yang sangat ironis dengan janji politik yang disampaikan dalam masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 tersebut, saya jadi bertanya-tanya dalam hati, "Apakah bagi mereka, inilah saatnya amnesia janji politik ?". Kelihatannya pemimpin baru DKI Jakarta tersebut telah menjadi lupa ingatan terhadap janji-janji politik mereka berdua alias amnesia janji politik, padahal baru belum ada sebulan mereka berdua memimpin DKI Jakarta (saat artikel ini ditulis)

Semestinya Anies-Sandi berkomitmen terhadap salah satu janji politik mereka berdua, yaitu membangun tanpa menggusur, dimana apapun yang terjadi, 4 lahan di Fatmawati tersebut tidak digusur, meski lahan tersebut dijadikan lokasi Mass Rapid Transit (MRT) sesuai dengan janji mereka berdua, yaitu membangun tanpa menggusur, bahkan saat Anies-Sandi berhasil merayu pemilik lahan agar mau menyerahkan lahannya untuk dijadikan lokasi Mass Rapid Transit (MRT), Anies-Sandi tetaplah tidak konsisten dengan salah satu janji politik mereka berdua, yaitu membangun tanpa menggusur

Meski Anies-Sandi mengadopsi program membangun tanpa menggusur tersebut dari program yang disampaikan Agus-Sylvi dalam masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran pertama, kenyataannya ialah Anies-Sandi telah menyampaikan program membangun tanpa menggusur sebagai salah satu janji politik mereka berdua dalam masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua dan janji adalah utang, sehingga mereka berdua seharusnya menepati janji-janji politik mereka berdua, termasuk program membangun tanpa menggusur, dengan alasan apapun

Inilah pelajaran berharga dalam dunia politik, yaitu bahwa kita jangan sembarangan mengumbar janji-janji politik saat kampanye, karena nantinya warga kini semakin cerdas dan akan menagih janji-janji politik yang kita sampaikan saat kampanye atau warga akan berpikir bahwa inilah saatnya amnesia janji politik alias lupa ingatan terhadap janji-janji politik


Judul artikel ini diberikan atas usulan salah satu teman dari Rudy Haryanto yang juga geram melihat kenyataan yang sangat bertolakbelakang dengan janji-janji politik yang disampaikan dalam masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017

By: Lay Cao Lay
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar